Tips agar Anak Semangat Sekolah Setelah Libur Panjang, Mudah Dipraktikkan Orangtua


 Pelajar mendapatkan jatah libur Idul Fitri 2022 sebanyak 10 hari. Tidak jarang pula ada yang mendapatkan ‘liburan’ tambahan ketika wacana work from home (WFH) dan belajar online selama seminggu setelah Idul Fitri 2022 disetujui pemerintah. Imbas dari liburan panjang tersebut tidak jarang menimbulkan semangat untuk sekolah menjadi menurun.

Dinamika sekolah yang beragam dan kompleks, tidak jarang membuat anak merasa terbebani. Mulai dari rutinitas persiapan sebelum berangkat ke sekolah, konflik pertemanan, sampai pada kemampuan menerima informasi pembelajaran. Memuji anak merupakan salah satu bentuk dukungan orangtua untuk menyiapkan anak agar siap masuk sekolah. Pujian adalah bentuk penghargaan yang bertujuan untuk menciptakan munculnya perilaku baru dan memantapkan perilaku yang telah muncul. Misalnya orangtua ingin memunculkan perilaku agar anak terbiasa bangun pagi, dengan cara diberikan hadiah atau dengan cara dipuji secara konsisten.

Pada kasus lain, seorang anak sudah memiliki kemampuan untuk terbiasa makan sendiri, tetapi masih belum konsisten untuk melakukan kebiasaan tersebut sehingga orangtua dapat memantapkan kebiasaan makan sendiri melalui pujian dan hadiah yang diberikan kepada anak. Hal yang sama juga berlaku pada tantangan orangtua dalam menumbuhkan dan memantapkan perilaku untuk bersemangat ke sekolah sebagai dasar kesiapan sekolah anak. Berikut adalah 4 cara memuji anak dengan tepat.

Physical Recognition merupakan bentuk pujian berupa sentuhan fisik seperti senyuman, belaian, pelukan, serta sentuhan hangat kepada anak sebagai tanda telah melakukan perilaku dan kebiasaan yang diharapkan. Sentuhan hangat yang diberikan oleh orangtua setiap hari mampu menenangkan anak-anak untuk menghadapi setiap tantangan yang ditemui di sekolah karena tidak semua anak mampu menceritakan setiap peristiwa yang dialaminya. Pujian dalam bentuk sentuhan fisik memungkinkan anak merasakan kedekatan dan kelekatan kepada orangtua, sehingga dapat membuat anak lebih aman serta nyaman untuk selalu bersemangat ke sekolah.

Verbal Recognition

Verbal Recognition merupakan bentuk pujian berupa kalimat-kalimat positif sebagai penghargaan karena anak sudah melakukan kebiasaan dan perilaku yang diharapkan. Misalnya melalui kalimat “anak hebat sudah bersemangat ke sekolah”; “anak baik karena sudah membantu ibu guru”. Kalimat positif yang diutarakan harus spesifik kepada perilaku yang telah dilakukannya. Orangtua dan guru tidak hanya mengatakan “anak pintar”; “anak hebat”, tetapi juga sebutkan alasan mengapa anak ini disebut pintar dan hebat. Hal ini dapat membuat anak mengulang perilaku dan kebiasaan yang disebutkan melalui kalimat positif yang telah diutarakan oleh orangtua maupun guru.

Peer Recognition

Peer Recognition merupakan bentuk pujian yang diutarakan oleh orangtua dan guru didepan teman sebaya dan anggota keluarga lain yang sehari-hari berinteraksi bersama anak. Memuji anak didepan orang lain, terutama teman sebaya dianggap efektif untuk memunculkan dan memantapkan kebiasaan baik. Misalnya melalui kalimat “Tante, kemarin Ananda hebat sudah bisa bangun pagi kemudian semangat sekali ke sekolah”; “Hai teman-teman, hari ini teman kita Ananda sudah hebat semangat menulisnya”. Pujian didepan teman sebaya membuat anak menjadi lebih percaya diri dan merasa didukung untuk mengulang kebiasaan dan perilaku baiknya.

Token Economy

Token Economy merupakan bentuk pujian dalam bentuk memberikan benda berupa stiker maupun benda kesukaan anak. Biasanya orangtua dan guru membuat kesepakatan kepada anak untuk memberikan stiker dalam bentuk bintang ketika anak sudah mampu melakukan kebiasaan dan perilaku baik. Sebagai contoh seorang anak sudah mampu makan sendiri pada hari pertama, kemudian diberikan sticker bintang, lalu selama satu pekan jika sudah terkumpul lima sticker, maka akan diberikan hadiah. Dukungan dalam bentuk memberikan hadiah kepada anak dapat menumbuhkan perilaku dan kebiasaan baik dalam konteks kesiapan sekolah anak.

Penting bagi orangtua untuk mendukung kesiapan sekolah anak secara bertahap. Sikap yang konsisten dalam memuji serta proporsional akan membuat anak merasa didukung dan ditemani dalam setiap hal yang dilakukannya, utamanya dalam menghadapi dinamika di sekolah.

sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/kolom/pr-014508228/tips-agar-anak-semangat-sekolah-setelah-libur-panjang-mudah-dipraktikkan-orangtua?page=2

Post a Comment

0 Comments