Surabaya Masuk PPKM Level 2 Versi Inmendagri, Dinkes Layangkan Protes ke Kemenkes


 Berdasarkan Surat Edaran (SE) Inmendagri terkait level PPKM wilayah yang dikeluarkan pada tanggal 10 Mei 2022, Kota Surabaya ditetapkan berada pada level 2.

Menanggapi ini, Nanik Sukristina Kepala Dinas Kesehatan Kota Surabaya segera melakukan konfirmasi ke Public Health Emergency Operations Center (PHEOC) Kemenkes RI terkait rasio tracing di aplikasi Indikator PPKM Darurat Kemenkes.

Di aplikasi tracing milik Kemenkes, kata Nanik, tercatat rasio tracing Surabaya di angka 0, sedangkan di aplikasi Silacak milik Pemkot Surabaya datanya melebihi target.

Nanik Sukristina mengungkapkan, pihaknya setiap hari secara rutin melakukan pemantauan aplikasi di PPKM Darurat Kemenkes.

“Terakhir pada tanggal 28 April masih level 1, kita masih masuk belum cuti dan masih level 1. Kemudian kasus konfirmasi 253, rawat inap rumah sakit 0,72, semua masih normal dengan posisi tracing kita memadai 1.767,” ujarnya.

“Pada saat cuti bersama kita tidak bisa mengakses aplikasi PPKM Darurat Kemenkes. Sedangkan kita walaupun cuti bersama namun teman-teman P2P (Pencegahan dan Pengendalian Penyakit) tetap memberikan laporan, karena saya juga harus laporan ke Pak Wali setiap hari,” tegas Nanik.

Nanik mengungkapkan jika data pada aplikasi PPKM Darurat Kemenkes kosong di tanggal 29 April hingga 7 Mei, karena cuti bersama sehingga data tidak bisa dimasukkan.

Kemudian tanggal 8 Mei, data Kota Surabaya sudah bisa tampil di aplikasi PPKM Darurat Kemenkes dengan angka tracing nol.

“Kita punya aplikasi Silacak yang selalu kita input setiap hari dengan rasio tracing 31 di tanggal 8 Mei. Kita juga sudah konfirmasi ke Kemenkes dan dijanjikan akan dicek lagi. Dan kita tidak tahu tiba-tiba di tanggal 10 itu Inmendagrinya turun, kita sudah di Level 2,” papar Nanik lagi.

Di tanggal 9 Mei, lanjut Nanik, aplikasi PPKM Darurat Kemenkes sudah pulih dan data tracing Surabaya pun terlihat pada angka 31.

“Jadi meski di Inmendagri kita disebut Level 2 tapi the real nya kita di Level 1. Ini terjadi karena kesalahan sistem,” jelas Nanik.

Terkait protes ini, kata Nanik, Pihak PHEOC merespon akan melakukan pengecekan dan verifikasi kembali.

sumber : https://www.suarasurabaya.net/kelanakota/2022/surabaya-masuk-ppkm-level-2-versi-inmendagri-dinkes-layangkan-protes-ke-kemenkes/

Post a Comment

0 Comments