Sempat Ada Omicron, Ekonom Prediksi Pertumbuhan Ekonomi Kuartal I Sulit Capai 5%


 Pertumbuhan ekonomi pada kuartal I-2022 diperkirakan tak akan mencapai 5% yoy pada tahun 2022. Menurut hitungan Bank Mandiri, pertumbuhan ekonomi tiga bulan pertama tahun ini akan tumbuh di kisaran 4,95% yoy.

Ekonom Bank Mandiri Faisal Rachman mengungkapkan, pertumbuhan ekonomi pada kuartal pertama tahun ini memang sedikit terpengaruh oleh adanya pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) akibat meningkatnya kasus harian Covid-19 varian Omicorn.

Namun, selebihnya, pertumbuhan ekonomi nampak membaik. “Seiring dengan pulihnya permintaan domestik, didukung meningkatnya mobilitas masyarakat karena tetap ada pelonggaran PPKM, serta perluasan vaksinasi,” tutur Faisal kepada Kontan.co.id, Jumat (6/5).

Selain itu, kinerja pertumbuhan yang apik didorong oleh ekspansi industri pengolahan pada tiga bulan pertama tahun ini. Pun permintaan eksternal juga tetap solid, sehingga. mendukung kinerja ekspor.

Bila menilik sumber pertumbuhan yang utama, Faisal melihat ini lebih banyak berasal dari faktor domestik, yaitu konsumsi rumah tangga. Ia memperkirakan, konsumsi rumah tangga bisa tumbuh di kisaran 4,7% yoy hingga 5,0% yoy, atau lebih tinggi dari 3,55% yoy pada kuartal IV-2021.

“Ini didukung oleh kepercayaan konsumen yang tetap optimistis dan penjualan ritel yang terus tumbuh,” ungkap Faisal.

Sedangkan konsumsi pemerintah diperkirakan akan turun 2,0% yoy, setelah pada kuartal IV-2021 tumbuh tinggi 5,25% yoy. Ini sejalan dengan agenda konsolidasi fiskal karnea mulai ada tanda-tanda percepatan pemulihan ekonomi serta pengurangan stimulus untuk dukungan sosial dan kesehatan.

Dari sisi Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) atau investasi diperkirakan tumbuh di kisaran 5,2% yoy hingga 5,5% yoy, atau lebih tinggi dari 4,49% yoy pada kuartal sebelumnya. Data konsumsi semen dan impor barang modal menunjukkan perbaikan sehingga mendukung kinerja komponen ini.

Permintaan eksternal dilihat tetap solid. Ekspor diperkirakan masih akan tumbuh dua digit, meski kinerja impor juga nampak meningkat seiring dengan membaiknya kinerja investasi.

Ke depan, Faisal memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan terus berdaya. Pada tahun 2022, pertumbuhan ekonomi diyakini akan tumbuh lebih tinggi dari pertumbuhan pada tahun sebelumnya.

“Keyakinan ini karena konsumsi rumah tangga akan menguat, seiring dengan pelonggaran PPKM dan meningkatnya mobilitas publik. Peningkatan konsumsi ini kemudian akan mendorong kegiatan produksi dan investasi. Ekspor juga terdukung oleh kenaikan harga komoditas,” kata Faisal.

Selain itu, dari sisi kebijakan, kebijakan fiskal diperkirakan tetap antisipatif, responsif, dan fleksibel. Pun dari sisi kebijakan moneter akan diarahkan pro stabilitas dan kebijakan makroprudensial akan pro pertumbuhan sehingga bisa terus menopang pemulihan ekonomi.

Secara keseluruhan, Faisal memperkirakan pertumbuhan ekonomi pada tahun 2022 akan tumbuh di kisaran 5,17% yoy, atau lebih. tinggi dari pertumbuhan pada tahun 2021 yang sebesar 3,69% yoy.

sumber : https://nasional.kontan.co.id/news/sempat-ada-omicron-ekonom-prediksi-pertumbuhan-ekonomi-kuartal-i-sulit-capai-5?page=2

Post a Comment

0 Comments