Angka Rt Jadi Acuan Pencabutan PPKM, Ini Kondisi Terbaru


 Kebijakan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) berpotensi dicabut atau ditiadakan oleh pemerintah jika kasus Covid-19 di Tanah Air sudah stabil dalam kurun waktu tertentu. Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengatakan, salah satu parameter penghapusan PPKM yang menjadi acuan pemerintah adalah dengan menghitung data angka reproduksi atau reproduction rate (Rt) kasus Covid-19 tingkat nasional.

Menurutnya, PPKM bisa saja dicabut atau tidak diperpanjang jika angka reproduction rate sudah di bawah angka 1 tingkat nasional dan berlangsung stabil selama enam bulan. Nilai Rt di bawah 1, kata Dante, menunjukkan indikasi bahwa wabah sudah terkendali dan jumlah kasus baru semakin berkurang.

"Apabila kurang dari dua bulan nilai Rt masih kurang dari 1, maka status PPKM akan di-update setiap dua minggu. Apabila Rt-nya sudah empat bulan kurang dari 1, maka status PPKM akan di-update setiap empat minggu. Ketika status Rt-nya kurang dari 1 sudah mencapai 6 bulan, maka kemungkinan PPKM tidak perlu di-update lagi," kata Dante dalam rapat kerja dengan Komisi IX DPR, Senin (23/5/2022).

Berdasarkan data terbaru dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) dan Tim Pandemi FKM-UI yang diperoleh Beritasatu.com, Selasa (24/5/2022), syarat atau parameter Rt di bawah 1 tingkat nasional sudah terjadi pada April 2022 yaitu mencapai 0,999. Sedangkan memasuki bulan Mei ini atau tanggal 19 Mei angka Rt mencapai 0,998, atau sudah di bawah angka 1 secara nasional.

Sementara Rt pada bulan Januari hingga akhir Maret masih di atas angka 1, dengan perincian akhir Januari berada pada 1,130, akhir Februari 1,072 dan akhir Maret 1,002.

Menanggapi hal ini, epidemiolog dari Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI), Pandu Riono yang tergabung dalam Tim Pandemi FKM-UI menegaskan bahwa angka Rt Covid-19 tidak bisa diakumulasi karena hanya potret sewaktu saja.

"Artinya hasil dari perhitungan tersebut hanya berlaku saat di hari penghitungan itu saja," katanya kepada Beritasatu.com, Selasa (24/5/2022).

Ketika ditanyakan, apakah PPKM bisa dicabut pada akhir Juni 2022 mendatang, Pandu menyatakan seharusnya kebijakan tersebut sudah bisa dihapus atau ditiadakan pada dua minggu lalu dan tidak perlu diperpanjang lagi.

"Transisi pandemi saat ini sudah terkendali dan PPKM bisa dihentikan. Tetapi prokes tetap dianjurkan dengan edukasi tanpa henti dan tingkatkan cakupan vaksinasi booster sebanyak-banyaknya dan secepat-cepatnya," ungkap dia.

Menurutnya, pandemi Covid-19 di Indonesia nyaris terkendali dengan sempurna sesuai pilihan strategi berbasis ilmu. Indonesia memang masih perlu menekan penularan, meningkatkan dan mempertahankan kualitas imunitas penduduk. Sayangnya, ada pelonggaran pakai masker dan melemahnya dorongan vaksinasi booster.

"Kondisi pandemi di Jakarta merupakan barometer nasional. Tingkat penularan dan kematian berhasil ditekan, tidak terlihat dampak pasca mudik lebaran. Maka dari itu tetap menjaga prokes dan terus vaksinasi booster pada seluruh penduduk agar terus terjaga ketika PPKM dilonggarkan atau ditiadakan," ucap dia.

sumber : https://www.beritasatu.com/news/931175/angka-rt-jadi-acuan-pencabutan-ppkm-ini-kondisi-terbaru/2

Post a Comment

0 Comments