Kasus Turun, PPKM Kok Masih Level 3


 Kasus Covid-19 di Kabupaten Kulonprogo terus mengalami tren penurunan. Berdasarkan data kini bahkan tinggal menyisakan 61 kasus aktif. Namun DIJ dan Kulonprogo masih masuk dalam PPKM Level 3.

“Jumlah penderita terus mengalami penurunan, tapi kok masih PPKM Level 3, kenapa?,” ucap Juru Bicara Satgas Covid-19 Kulonprogo, Baning Rahayujati , kemarin (13/4).

Menurutnya, saat ini langkah medis yang sulit untuk dilakukan yakni tracing dan testing. Banyak masyarakat yang menolak testing. Artinya, kasus Covid-19 sebetulnya masih banyak dan tidak terdeteksi.

“Kondisi inilah yang menjadikan kasusnya terpantau rendah, sebab warga yang masuk dalam kontak erat tidak bersedia dilakukan pengecekan kesehatan,” ujarnya.

Dijelaskan, warga beranggapan tidak melakukan kontak erat. Padahal kasus covid-19 belakangan ini lebih didominasi orang tanpa gejala (OTG) dan bergejala ringan. Gambaran kasus ini nampak pada berapa pasien yang dirawat dan kematiannya. “Karena kasus ini under reported, di luar banyak tetap tidak terdeteksi,” jelasnya.

Ditambahkan, menghadapi situasi ini, Satgas tetap terus berupaya untuk melindungi masyarakat rentan seperti lansia dan penderita komorbid. Sebab, saat ini semakin sulit mendeteksi siapa yang terkena dan membawa penyakit ini, banyak yang tanpa gejala. “Sementara kesadaran masyarakat melaksanakan protokol kesehatan saat ini juga sudah mulai menurun,” ucapnya.

Ditegaskan, perlindungan satu-satunya yakni dengan memaksimalkan vaksinasi khususnya kepada masyarakat rentan. Belum lagi Lebaran depan akan banyak pemudik yang datang. “Kami sudah meminta puskesmas membuka layanan vaksinasi Covid-19 minimal tiga kali dalam seminggu. Selain itu juga ada kerja sama dengan TNI dan Polri terkait layanan vaksinasi di desa. Kami juga akan lakukan vaksinasi door to door, monggo yang belum divaksinasi,” ujarnya.

sumber : https://radarjogja.jawapos.com/kulon-progo-gunung-kidul/2022/04/14/kasus-turun-ppkm-kok-masih-level-3/

Post a Comment

0 Comments