Catat, Ini 5 Titik Lokasi Rekayasa Lalu Lintas di Yogyakarta


 Pemerintah Kota Yogyakarta dan Polresta Yogyakarta berencana akan melakukan pembatasan mobilitas masyarakat jika kendaraan dianggap sudah sangat padat dan menyebabkan kemacetan.

Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta memprediksi akan ada 16 ribu orang yang masuk ke Jogja sepanjang musim libur Lebaran. Jumlah tersebut akan berdampak pada tingginya mobilitas kendaraan yang akan keluar masuk Kota Yogyakarta.

Diprediksi akan ada empat juta kendaraan masuk ke Jogja, baik untuk mudik Lebaran atau liburan. Kasatlantas Polresta Yogyakarta Kompol Chandra Lulus Widiantoro mengatakan pihaknya memastikan tidak akan ada penyekatan di pintu-pintu masuk Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).

"Pembatasan saja saat kondisi lalu lintas di dalam Kota Yogyakarta sudah terlalu padat," kata Chandra di Yogyakarta, Sabtu.

Menurut dia, rekayasa lalu lintas dengan pembatasan jumlah kendaraan yang masuk ke Kota Yogyakarta akan dilakukan di pintu masuk yang berada di beberapa titik. Di antaranya, di simpang Pingit, simpang Gejayan, simpang Wirobrajan, simpang BPK, dan di Pojok Beteng Wetan.

Di lima titik itu nantinya akan ada petugas kepolisian dan Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.

"Ketika ada penumpukan kendaraan, rekayasa tersebut akan diberlakukan," katanya. Beberapa lokasi rawan macet seperti destinasi wisata dan pusat oleh-oleh juga menjadi perhatian kepolisian dengan menempatkan petugas.

"Tidak mungkin melarang wisatawan masuk ke sentra oleh-oleh karena mereka sudah jauh-jauh datang ke Yogyakarta," katanya. Oleh karena itu, lanjut dia, yang bisa dilakukan adalah mengupayakan lalu lintas tetap terkendali dan lancar meskipun akan padat.

Kepala Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta Agus Arif mengatakan penerapan rekayasa lalu lintas akan langsung dilakukan jika terjadi ekskalasi volume kendaraan di dalam kota.

"Misalnya di Jalan Margo Utomo sudah padat dan tidak mampu lagi menampung kendaraan yang akan masuk Malioboro, maka yang harus dilakukan adalah melakukan rekayasa supaya arus mengalir," katanya.

Selain pembatasan, rekayasa juga dilakukan dengan menambah jarak tempuh atau mengalihkan kendaraan ke ruas jalan lain supaya arus tetap mengalir.

"Simpul-simpul kepadatan di antaranya Malioboro, Tugu, kawasan Keraton, sentra kuliner dan oleh-oleh, hingga destinasi wisata," katanya.

sumber : https://jogja.jpnn.com/jogja-terkini/2460/catat-ini-5-titik-lokasi-rekayasa-lalu-lintas-di-yogyakarta?page=3

Post a Comment

0 Comments