Antibodi Masyarakat Tinggi, Perlukah PPKM untuk Kendalikan Lonjakan Covid-19?


 Ahli Epidemiologi sekaligus peneliti Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM UI) Pandu Riono mengungkap bahwa selama Desember 2021 hingga Maret 2022, kadar antibodi Covid-19 sebagian masyarakat Indonesia tidak mengalami penurunan. Justru, kadar antibodi Covid-19 terus naik.

Berdasar data sero survei Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan FKM UI, diketahui bahwa kadar antibodi Covid-19 per Desember 2021 sebesar 434,2 U/ml. Lalu, hasil sero survei terbaru per Maret 2022 menunjukkan bahwa kadar antibodi sebagian masyarakat Indonesia di angka 5.698 U/ml.

"Kami melihat terjadi peningkatan kadar antibodi karena vaksinasi. Itu artinya vaksinasi harus terus berjalan sampai semua penduduk divaksin dosis lengkap bahkan booster," tutur Pandu Riono dalam konferensi pers virtual, Rabu (20/4/2022).

Dengan kondisi tersebut, lalu sudah diperbolehkannya pelonggaran di beberapa hal seperti mudik misalnya, apakah PPKM masih efektif dan optimal dalam mengendalikan risiko lonjakan Covid-19 di masyarakat?

Pandu menerangkan bahwa risiko lonjakan kasus Covid-19 bukan hanya dilihat dari kadar imunitas masyarakat saja, tetapi juga oleh kemunculan varian baru yang sekarang ini masih didominasi keluarga Omicron baik BA.2 atau rekombinan lainnya.

Meski begitu, kekuatan antibodi memengaruhi bagaimana virus dikendalikan di masyarakat. Artinya, dengan tingginya kadar antibodi karena vaksinasi, bukan infeksi alami, itu membuat varian baru yang bermunculan bisa ditekan penyebarannya di masyarakat.

"Vaksinasi di Indonesia memberi dampak signifikan untuk mengurangi risiko keparahan penyakit. Jadi, strategi vaksinasi adalah hal penting sekarang, khususnya untuk kelompok rentan seperti lansia," ujar ahli wabah tersebut.

"Nah, kalau ditanya apakah PPKM masih optimal mengendalikan lonjakan, saya kira sudah bergeser arahnya sekarang, ya. Bergeser artinya PPKM kan banyak sekali indikator yang harus dipenuhi seperti peningkatan kasus, hospitalitas, kematian, dan sebagainya. Dengan adanya penurunan kasus yang konsisten dan tingginya kadar antibodi, maka otomatis PPKM akan di level rendah pastinya, jadi tidak optimal lagi," tuturnya.

Karena PPKM tak lagi optimal, Pandu mengimbau agar pemerintah saat ini fokus ke vaksinasi masyarakat, karena itu terbukti memberi dampak besar bagi pengendalian virus Covid-19.

"Kita berharap semua nanti di akhir tahun cakupan vaksinasi sudah lebih tinggi dan booster semakin banyak diterima masyarakat. Di sisi lain, disiplin protokol kesehatan tetap harus lanjut dan diterapkan," kata Pandu.

sumber : https://www.celebrities.id/read/antibodi-masyarakat-tinggi-perlukah-ppkm-untuk-kendalikan-lonjakan-covid-19-7z56cU?page=2

Post a Comment

0 Comments