20 Daerah Masuk Status PPKM Level 1


 Jumlah daerah yang ditetapkan dengan level 1 meningkat dalam Instruksi Mendagri (Inmendagri) terbaru untuk Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) wilayah Jawa-Bali. Jumlah daerah yang berada di level 1 naik sangat tinggi, dari sebelumnya hanya enam daerah menjadi 20 daerah.

"Perpanjangan PPKM di awal Ramadan ini kita harapkan menjadi pertanda baik, di mana sudah semakin banyak daerah yang berada di level 1," kata Dirjen Bina Administrasi Kewilayahan Kemendagri, Safrizal, lewat pesan elektronik di Jakarta, Selasa (5/4).

Kenaikan jumlah daerah juga terjadi pada level 2 yaitu 99 daerah, dari sebelumnya 83 daerah. Kenaikan pada level 1 dan level 2 secara otomatis menurunkan jumlah daerah di level 3, dari yang sebelumnya 39 daerah menjadi hanya 9 daerah, dan tidak ada daerah yang berada di level 4. Safrizal mengatakan hal itu terlihat dari Inmendagri Nomor 20 Tahun 2022 yang mengatur khusus perpanjangan PPKM wilayah Jawa-Bali.

Inmendagri itu berlaku hingga 18 April 2022. Perubahan substansi terjadi pada pengaturan operasional pada pusat perbelanjaan/mal/ pusat perdagangan, hingga warung makan dan restoran/kafe di daerah dengan status level 2. Menurut dia, pada Inmendagri Nomor 18 Tahun 2022 diatur untuk dapat beroperasi maksimal pukul 21.00, saat ini diatur untuk dapat buka sampai dengan pukul 22.00, sedangkan untuk pengaturan di level 1 dan level 3 tidak mengalami perubahan.

"Selain perubahan pengaturan jam operasional pusat perbelanjaan, kami juga ingin menyampaikan adanya perubahan terhadap pengaturan untuk syarat pertandingan olahraga dengan adanya penekanan vaksinasi booster untuk penonton," ujar Safrizal.

Vaksinasi Sangat Baik

Kemudian, tingkat vaksinasi di berbagai daerah di Jawa-Bali sudah menunjukkan adanya peningkatan yang sangat baik. Pemerintah meyakini vaksinasi menjadi salah satu alat utama dalam pengendalian Covid-19. Sehingga, kata dia lagi, pada pelaksanaan pertandingan olahraga, penonton yang akan menyaksikan langsung di tempat acara dipersyaratkan vaksin booster. "Atau maksimal vaksin dosis kedua dengan menyertakan hasil negatif antigen pada hari pertandingan.

Sedangkan untuk seluruh pemain, ofisial, kru media, dan staf pendukung yang hadir diberikan keringanan dengan diperkenankan minimal vaksin dosis kedua dan hanya menggunakan syarat antigen pada hari pertandingan," katanya lagi. Safrizal menegaskan kembali, seluruh pemerintah daerah bersama dengan Forkowpimda perlu untuk saling bekerja sama memaksimalkan pemberian vaksin dosis kedua, serta mendorong vaksin booster yang secara aktif digalakkan oleh pemerintah.

Upaya tersebut menjadi bentuk kepedulian bersama khususnya dalam upaya pemulihan ekonomi nasional yang sudah mulai terlihat baik di berbagai wilayah di Indonesia. Menteri Kesehatan (Menkes), Budi Gunadi Sadikin, menyampaikan Indonesia siap bertransisi dari pandemi ke endemi jika kesadaran masyarakat terhadap kesehatannya meningkat. "Selama masyarakat semakin siap menyadari apa yang harus dilakukan menghadapi pandemi ini, itu menunjukkan bahwa kita siap untuk bertransisi dari pandemi menjadi endemi," ujar Menkes.

Ia mengharapkan adanya perbaikan kondisi Covid-19 di dalam negeri saat ini juga diikuti dengan tanggung jawab seluruh lapisan masyarakat. "Kesehatan terhadap pandemi ini ada di tangan kita masing- masing," ucapnya. Sebelumnya, Kepala Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Letjen TNI Suharyanto, mengharapkan setelah Lebaran 2022 kondisi kasus Covid-19 tidak seperti setelah liburan panjang sebelumnya, di mana terjadi peningkatan kasus secara signifikan, yang diperparah dengan adanya varian baru.

"Apabila tetap landai, tidak terjadi peningkatan kasus yang signifikan, mungkin akan berpikir untuk beralih status pandemi menjadi endemi," kata dia. Satgas Covid-19 mengharapkan masyarakat Indonesia dapat mudik dengan aman dan menjalani ibadah bulan Ramadan dengan tenang, dengan tetap proteksi maksimal dan berlapis terhadap diri sendiri dan keluarga dengan vaksinasi.

sumber : https://koran-jakarta.com/20-daerah-masuk-status-ppkm-level-1?page=3


Post a Comment

0 Comments