PPKM Luar Jawa-Bali hingga 11 April, Daerah Level 1 Meningkat, Level 4 Nihil


 Pemerintah kembali memperpanjang pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di luar Pulau Jawa dan Bali. Perpanjangan ini berlangsung mulai dari 29 Maret hingga 11 April 2022.

Aturan ini telah dituangkan dalam Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) 19/2022 tentang PPKM Level 3, Level 2 dan Level 1 serta Mengoptimalkan Posko Penanganan COVID-19 di Tingkat Desa dan Kelurahan Untuk Pengendalian Penyebaran COVID-19 di Wilayah Sumatera, Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Direktur Jenderal Bina Administrasi Wilayah Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Safrizal ZA mengatakan menjelang bulan suci Ramadan, Mendagri juga melakukan perpanjangan PPKM di luar Jawa-Bali.

“Inmendagri ini mulai berlaku efektif mulai tanggal 29 Maret sampai 11 April 2022,” kata Safrizal ZA, Selasa (29/3).

Menurutnya, kondisi COVID-19 di wilayah yang berada di luar Jawa-Bali sudah semakin membaik. Hal ini dikarenakan semakin meningkatnya laju vaksinasi di setiap daerah sehingga mampu menekan laju transmisi penularan COVID-19.

“Peningkatan kapasitas vaksinasi di setiap daerah terbukti mampu menekan laju transmisi penularan, posisi ini harus terus kita dorong dengan harapan semakin banyak daerah yang berada di Level 1,” ujar Safrizal ZA.

Itu artinya, bahwa kekebalan masyarakat akan semakin terbentuk dan masyarakat sudah bisa beraktivitas secara normal, meski tanpa mengurangi arti kewaspadaan untuk tetap menerapkan disiplin protokol kesehatan.

Karena itu, Safrizal berharap dengan adanya kebijakan percepatan vaksinasi, khususnya terkait pernyataan Presiden Joko Widodo tentang persyaratan tambahan vaksin booster dalam pelaksanaan mudik lebaran, mampu mendorong masyarakat untuk melakukan vaksinasi, terutama vaksin booster yang saat ini capaiannya masih di bawah 10 persen secara nasional.

“Kami terus mendorong kepada Pemerintah Daerah beserta seluruh jajaran Forkopimda untuk melakukan inovasi dan kolaborasi agar capaian vaksinasi terus mengalami peningkatan,” terang Safrizal ZA.

Dengan capaian vaksinasi yang terus meningkat, kata Safrizal, maka paralel dengan upaya percepatan pemulihan ekonomi nasional dengan semakin menggeliatnya aktivitas perekonomian masyarakat.

Berdasarkan catatan pemerintah, transmisi komunitas yang mencakup jumlah kasus, jumlah kematian, dan rawat inap terus mengalami perbaikan di wilayah luar Jawa-Bali.

Kasus Konfirmasi terus mengalami penurunan, dan sudah tidak ada Provinsi yang berada di Level 4.

Tingkat Kematian juga terus terkendali di mana 26 provinsi berada di Level 1 dan hanya Kepulauan Babel yang berada di Level 2).

Adapun 19 provinsi masih memiliki Kapasitas Respon Terbatas akibat Testing atau Tracing yang Terbatas. Sementara itu, 6 provinsi lain di kategori dedang dan 2 provinsi memadai.

Per 27 Maret 2022, Level Asesmen membaik cukup signifikan, karena tidak ada Kabupaten/Kota Level 4; kemudian Kabupaten/Kota Level 3 menurun; dan Kabupaten/Kota Level 2 dan Level 1 meningkat.

Berikut rinciannya:

  • Level 4: terdapat 0 Kabupaten/Kota (minggu sebelumnya 0 Kabupaten/Kota).
  • Level 3: 69 Kabupaten/Kota (membaik dari minggu sebelumnya 106 Kabupaten/Kota).
  • Level 2: 291 Kabupaten/Kota (membaik dari minggu sebelumnya 264 Kabupaten/Kota).
  • Level 1: 26 Kabupaten/Kota (membaik dari minggu sebelumnya 16 Kabupaten/Kota).
sumber : https://merahputih.com/post/read/ppkm-luar-jawa-bali-diperpanjang-hingga-11-april-daerah-level-1-meningkat-level-4-nihil

Post a Comment

0 Comments