PPKM Longgar dan Aturan PCR Dihapus, IHSG Makin Moncer?


 Pemerintah menurunkan level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) di sejumlah kota-kota besar. Berdasarkan Inmendagri 15/2022, wilayah PPKM Jabodetabek turun dari level 3 ke level 2.

Pelonggaran pembatasan yang baru ini juga tak lagi mensyaratkan penggunaan swab tes maupun PCR dalam perjalanan, baik menggunakan kereta api, kapal laut, dan pesawat terbang.

Upaya 'hidup bersama' Covid-19 yang digaungkan pemerintah memberikan dampak terhadap aktivitas perdagangan di pasar modal, terutama Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), sebagai acuan kondisi pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia.

Pantauan MNC Portal Indonesia terhadap data perdagangan sejak 1 Maret 2022, IHSG tampak masih bergerak konsolidatif di rentang area 6.843,81 - 6.996,93. Pada Selasa (8/3), pukul 11:01 WIB, IHSG berada di level 6.884,19 atau menguat 0,20%.

Hasil riset PT Mandiri Sekuritas menunjukkan IHSG masih terbuka untuk melanjutkan kembali penguatan hingga menembus level psikologis barunya di 7.000.

Kendati potensi tekanan jual masih ada, secara teknikal indeks acuan masih berada dalam tren bullish baik dalam jangka pendek, menengah, hingga jangka panjang.

"Tren IHSG berada dalam tren bullish. Segala bentuk penurunan IHSG merupakan koreksi normal selama masih berada dalam bullish trend channel," tulis Mandiri Sekuritas dalam risetnya, dikutip Selasa (8/3/2022).

Menurut riset yang berbeda, analis PT Mirae Asset Sekuritas Indonesia, Hariyanto Wijaya mencermati IHSG masih akan menguji kenaikan kembali mendekati center line untuk uptrend channel jangka pendek yang relatif kuat, yang dihitung sejak 32 hari perdagangan terakhir.

Level support IHSG yang perlu dicermati berada di 6.837, sementara area resistance terdekat berada di 6.908. Apabila tembus resisten, maka diperkirakan ada peluang untuk menuju ke 6.934, hingga 7.000.

Hariyanto menghitung indeks acuan telah berada di bawah rata-rata pergerakan, dengan rata-rata koreksi harian IHSG adalah sekitar -0,57%. Sementara koreksi mingguan berada di sekitar -1,26%, dan koreksi normal bulanan di sekitar -1,77%.

"IHSG saat ini berada di bawah rata-rata pergerakan daily, weekly dan monthly. IHSG diperkirakan konsolidasi cenderung menguat," kata Hariyanto, Selasa (8/3/2022).

Sisi Fundamental

Hariyanto menilai terdapat sejumlah katalis positif bagi fundamental indeks acuan di masa mendatang. Di tingkat domestik, upaya pemerintah untuk mengubah pandemi menjadi endemi dinilai dapat menambah kepercayaan para pelaku pasar.

"Pemerintah Indonesia mengungkapkan bahwa mereka sedang mempersiapkan peta jalan untuk transisi dari pandemi ke endemik meskipun kemajuan vaksinasi di Indonesia sedikit tertinggal," tuturnya.

Di tingkat global, konflik Ukraina dan Rusia yang membuat harga komoditas melonjak, dinilai menjadi berkah bagi Indonesia. Hariyanto meyakini Indonesia memiliki eksposur yang rendah ke Rusia dan Ukraina.

"Naiknya harga komoditas menguntungkan Indonesia, seperti meningkatnya pertumbuhan laba bersih emiten Indonesia, dan memicu arus masuk asing ke saham Indonesia," terangnya.

Hariyanto juga mempercayai kebijakan pengetatan Federal Reserve yang rencananya akan mulai pada pertemuan Fed bulan Maret ini, tidak terlalu memberi pengaruh cukup signifikan bagi IHSG.

"Kami menilai siklus pengetatan The Fed mendatang tidak berdampak negatif pada pergerakan indeks saham Indonesia, mengingat pertumbuhan laba berih saham Indonesia kuat tahun ini, sebagai dampak positif dari harga komoditas yang menguntungkan," tandasnya.

sumber : https://www.idxchannel.com/market-news/ppkm-longgar-dan-aturan-pcr-dihapus-ihsg-makin-moncer/2

Post a Comment

0 Comments