PPKM Level 3, Sektor Pariwisata Tambah Kelabakan Pengunjung Sepi


  Imbas penerapan PPKM Level 3 di sejumlah wilayah di Sumedang, menyebabkan omzet pariwisata semakin terpuruk. Pengunjung wisata sepi bahkan nyaris tidak ada sama sekali. Pengelola tempat wisata mengaku mengalami penurunan omzet yang tidak sedikit.

Sebab biasanya diwaktu libur weekend, jumlah pengunjung selalu membludak, namun karena imbas PPKM Level 3 pengelola wisata mengaku hilang puluhan juta rupiah.

“Wisata ditutup sudah tiga bulan. Kami gak ada pemasukan dari tiket, sementara biaya operasional seperti gajih karyawan dan pemeliharaan hewan, tanaman, dan kebersihan harus tetap ada,” kata Pengelola Wisata alam Pangjugjugan Gaosul Anam, kemarin (5/3).

Menurut Anam, memasuki libur weekend, jumlah pengunjung rata-rata mencapai 1000 orang, dengan omzet dari tiket masuk mencapai Rp 10.000.000 per hari. Namun, karena PPKM banyak pengunjung yang mengcancel acara berlibur karena takut ditutup.

“Sekarang mah untuk dapat pemasukan 1 juta juga susah. Paling bagus di weekend dapat Rp500 ribu,” katanya.

Hal senada dikatakan Owner wisata Kampung Ciherang, H Herman. Menurutnya, wisata Kampung Ciherang sudah diberlakukan 50 persen jumlah pengunjung. Namun, jangankan 50 persen, 20 persen juga pengunjung susah dikejar.

“Ya kami berharap pandemi Covid-19 cepat berlalu, dan Indonesia bisa hidup normal. Kebayang kami mau mengaji karyawan pake apa, dan perawatan tempat wisata, kalau kondisi seperti ini diperpanjang. Masih mending mal dan supermarket bisa buka, toh kami tutup,” katanya.

Belum lagi, kata Herman, PPKM jilid 3 ini gak jelas sampai kapan akan berakhir. Yang berimbas kepada simpang siurnya informasi ke masyarakat karena pengunjung dari luar kota takut ditutup akses jalannya.

sumber : https://inisumedang.com/ppkm-level-3-sektor-pariwisata-tambah-kelabakan-pengunjung-sepi/

Post a Comment

0 Comments