Jakarta PPKM Level 2, Ini Aturan Baru ke Kantor, Mal Hingga Resepsi


  DKI Jakarta telah diturunkan statusnya menjadi PPKM level 2. Hal tersebut berdasarkan keputusan pemerintah terhadap hasil rapat terbatas yang dinyatakan oleh Koordinator PPKM wilayah Jawa dan Bali Luhut Binsar Pandjaitan. Terdapat sejumlah aturan yang mengatur dalam kegiatan masyarakat bagi wilayah yang berstatus level 2.

Mengutip inmendagri, pekerja sektor non esensial diberlakukan maksimal 75 persen dapat bekerja di kantor bagi pegawai yang sudah divaksin dan wajib menggunakan aplikasi PeduliLindungi pada pintu akses masuk dan keluar tempat kerja.

Selanjutnya, fasilitas pusat kebugaran atau gym, ruang pertemuan atau ruang, dan ruang pertemuan dengan kapasitas besar atau ballroom diizinkan buka dengan memakai aplikasi PeduliLindungi dan kapasitas maksimal 75 persen. Penyediaan makanan dan minuman pada fasilitas tersebut disajikan dalam box dan tidak ada hidangan prasmanan. Untuk anak usia dibawah 12 tahun harus menunjukkan hasil negatif Antigen (H-1) atau PCR (H-2).

Supermarket, hypermarket, pasar tradisional, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasional sampai dengan pukul 21.00 waktu setempat dengan kapasitas pengunjung 75 persen. Apotek dan toko obat dapat buka selama 24 jam.

Pasar rakyat yang menjual barang non kebutuhan sehari-hari dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 75 persen dan jam operasional sampai dengan Pukul 20.00 waktu setempat. Begitu juga dengan pedagang kaki lima, toko kelontong, agen atau outlet voucher, barbershop atau pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain yang sejenis diizinkan buka dengan protokol Kesehatan ketat.

Warung makan atau warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan, restoran, kafe dan sejenisnya diizinkan buka dengan protokol kesehatan yang ketat sampai dengan pukul 21.00 waktu setempat dengan maksimal pengunjung makan 75 persen dari kapasitas. Waktu makan pun maksimal 60 menit yang pengaturan teknis diatur oleh Pemerintah Daerah (Pemda).

Sedangkan restoran atau rumah makan dan kafe dengan jam operasional dimulai dari malam hari dapat beroperasi pukul 18.00 sampai dengan maksimal Pukul 00.00 waktu setempat. Kapasitas maksimal 50 persen dengan waktu makan maksimal 60 menit.

Pusat perbelanjaan atau mall dibuka dengan kapasitas maksimal 75 persen sampai dengan Pukul 21.00 waktu setempat. Bagi anak usia dibawah 12 tahun wajib didampingi orang tua. Khusus anak usia 6 tahun sampai dengan 12 tahun wajib menunjukkan bukti vaksinasi minimal dosis pertama. Tempat bermain anak-anak, dan tempat hiburan dalam mall dibuka dengan syarat menunjukkan bukti vaksinasi lengkap khusus untuk setiap anak usia 6 sampai dengan 12 tahun yang masuk.

Bioskop dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 70 persen dan hanya pengunjung dengan kategori hijau dalam PeduliLindungi yang boleh masuk kecuali tidak bisa divaksin karena alasan kesehatan. Restoran atau rumah makan dan kafe di dalam area bioskop diizinkan menerima makan di tempat (dine in) dengan kapasitas maksimal 50 persen dan waktu makan maksimal 60 menit.

Tempat ibadah seperti Masjid, Musholla, Gereja, Pura, Vihara, dan Klenteng serta tempat lainnya yang difungsikan sebagai tempat ibadah, dapat mengadakan kegiatan peribadatan atat keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM Level 2 dengan maksimal 75 persen.

Fasilitas umum, seperti tempat wisata dan area publik lainnya diizinkan buka dengan kapasitas maksimal 75 persen. Begitu juga dengan kegiatan seni, budaya, olahraga dan sosial kemasyarakatan seperti lokasi seni, budaya, sarana olahraga dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan keramaian dan kerumunan.

Transportasi umum, dalam hal ini kendaraan umum, angkutan masal, taksi (konvensional dan online) dan kendaraan sewa kapasitas maksimal 100 persen. Terakhir, resepsi pernikahan sudah dapat diadakan dengan maksimal 50 persen dari kapasitas ruangan dan tidak mengadakan makan di tempat.

sumber : https://www.jawapos.com/ekonomi/08/03/2022/jakarta-ppkm-level-2-ini-aturan-ke-kantor-mal-hingga-resepsi/?page=2

Post a Comment

0 Comments