Bisa 100 Persen, Simak Aturan Kapasitas Jemaah Tempat Ibadah Ramadhan 2022 di Daerah PPKM Level 1


 Memasuki Bulan Ramadhan 2022/1443 H, umat Muslim di Indonesia masih dalam situasi PPKM akibat pandemi Covid-19, meskipun kasusnya terus menurun.

Kapasitas jemaah untuk tempat ibadah selama Ramadhan 2022 yang berada di kabupaten/kota dengan penerapan PPKM telah diatur oleh Kemenag.

Ketentuan kapasitas jemaah di tempat ibadah ini bertujuan untuk menciptakan rasa aman, nyaman, dan khusyuk dalam menjalankan ibadah selama bulan Ramadhan 2022.

Masyarakat diharapkan tetap bisa menjaga protokol kesehatan, mencegah dan memutus mata rantai Covid-19 agar tidak terjadi lonjakan.

Terkait hal itu, Kementerian Agama (Kemenag) pun menerbitkan Surat Edaran Menag No SE. 06 Tahun 2022 tentang Pelaksanaan Kegiatan Peribadatan/Keagamaan di Tempat Ibadah Pada Masa PPKM Level 3, Level 2, dan Level 1 Covid-19 serta Penerapan Protokol Kesehatan.

"Untuk tempat ibadah pada kabupaten/kota dengan PPKM level 1, dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah/ kolektif dengan jumlah jemaah 100 persen dari kapasitas dengan menerapkan protokol kesehatan," ujar Menag Yaqut Cholil Quomas.

Tempat ibadah yang berada kawasan level 2, kegiatan peribadatan berjemaah dibatasi hingga 75 persen dari kapasitas. Sedang untuk kawasan level 3, jemaahnya dibatasi maksimal 50 persen dari kapasitas.

"Semua tetap harus menerapkan protokol kesehatan," ujar Menag.

Berikut ketentuannya:

1. Tempat ibadah yang berada di kabupaten/kota dengan kriteria


  • Level 3, dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjamaah/kolektif selama masa penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dengan jumlah jemaah paling banyak 50 persen dari kapasitas dengan menerapkan protokol kesehatan.
  • Level 2, dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjemaah/kolektif selama masa penerapan PPKM dengan jumlah jemaah paling banyak 75 persen dari kapasitas dengan menerapkan protokol kesehatan, dan
  • Level 1, dapat mengadakan kegiatan peribadatan/keagamaan berjemaah/ kolektif selama masa penerapan PPKM dengan jumlah jamaah 100 persen dari kapasitas dengan menerapkan protokol kesehatan.

2. Pengurus dan Pengelola Tempat Ibadah


  • Menyediakan petugas untuk menginformasikan serta mengawasi pelaksanaan protokol kesehatan,
  • Melakukan pemeriksaan suhu tubuh untuk setiap jemaah menggunakan alat pengukur suhu tubuh (thermogun),
  • Menyediakan hand sanitizer dan sarana mencuci tangan menggunakan sabun dengan air mengalir,
  • Menyediakan cadangan masker,
  • Mengimbau jamaah dengan kondisi kurang sehat, berusia 60 tahun ke atas, memiliki komorbid, dan ibu hamil/menyusui untuk melaksanakan ibadah di rumah masing-masing,
  • Mencegah terjadinya kerumunan sebelum dan setelah pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan dengan mengatur akses keluar dan masuk jemaah,
  • Melakukan desinfeksi ruangan pelaksanaan kegiatan peribadatan/keagamaan secara rutin,
  • Memastikan tempat ibadah memiliki ventilasi udara yang baik dan sinar matahari dapat masuk serta apabila menggunakan air conditioner (AC) wajib dibersihkan secara berkala, dan
  • Memastikan pelaksanaan khotbah, ceramah, atau tausiyah wajib memenuhi ketentuan:
  • Khatib, penceramah, pendeta, pastur, pandita, pedanda, atau rohaniwan memakai masker dengan baik dan benar, dan
  • Khatib, penceramah, pendeta, pastur, pandita, pedanda, atau rohaniwan mengingatkan jamaah untuk selalu menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan.
  • Jemaah
sumber : https://www.pikiran-rakyat.com/nasional/pr-014128745/bisa-100-persen-simak-aturan-kapasitas-jemaah-tempat-ibadah-ramadhan-2022-di-daerah-ppkm-level-1?page=2

Post a Comment

0 Comments