Pemkab Wacanakan WFH Lonjakan Kasus Covid-19 di Kabupaten Berau

 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Berau berencana mengevaluasi sistem kerja Aparatur Sipil Negara (ASN). Seiring meningkatnya jumlah kasus Covid-19 di Kabupaten Berau.

Hingga Jumat (18/2) lalu, jumlah kasus terkonfirmasi Covid-19 di Berau yang dirilis Dinas Kesehatan Berau sudah menembus 237 kasus.

Wakil Bupati Berau, Gamalis mengatakan, pihaknya akan mengkaji ulang dan mencari cara agar jumlah kasus Covid-19 bisa ditekan. “Jadi kita lihat kasus harian beberapa hari ke depan, jika statusnya ‘gawat’ maka kami akan ambil langkah,” ujarnya kepada Berau Post, Sabtu (19/2).

Salah satu upaya yang akan diambil pihaknya, dengan mengevaluasi sistem kerja Pemkab. Yaitu dengan menjalankan sistem kerja dari rumah atau work from home (WFH). “Itu juga menunggu instruksi dari pusat, apakah diberlakukan Work From Home (WFH) kembali atau seperti biasa,” jelasnya.

Langkah tersebut akan dikaji pihaknya selama satu pekan ke depan. Jika memang kasus Covid-19 naik secara cepat, kemungkinan sebelum satu pekan akan langsung dirapatkan untuk mengambil keputusan.

“Acuan kami melihat jumlah harian yang terjadi, jika memang ada kenaikan maka sesegera mungkin akan kita ambil tindakan,” tuturnya.

Lebih lanjut, Gamalis juga meminta para ASN di lingkungan Pemkab Berau, untuk mengurangi kegiatan di lur daerah. Pasalnya, hal tersebut sangatlah riskan terjadi penularan. “Kurangi bepergian keluar daerah jika tidak penting, demi menekan terjadinya penularan di lingkungan Pemkab Berau,” imbuhnya.

Diwartakan sebelumnya, Ketua DPRD Berau, Madri Pani meminta masyarakat untuk menjaga diri masing-masing. Seiring meningkatnya kasus harian Covid-19 di Berau.

Diakuinya, banyak faktor yang membuat kasus harian Covid-19 di Kabupaten Berau kembali meningkat. Di antaranya, pelaku perjalanan, kunjungan wisatawan hingga menjadi transmisi lokal. Tetapi, bukan berarti harus kembali dilakukan pelarangan atau pengetatan. Seperti penutupan wisata hingga larangan bepergian keluar daerah.Sebab, ekonomi Kabupaten Berau akan terseok-seok kembali. Terutama sektor pariwisata.

“Sebenarnya tergantung individu masing-masing bagimana mereka dalam menaga diri, tetapi tetap jangan lupa akan prokes yang sudah ada, itu memang harus diterapkan,” jelasnya.

Menurutnya, selain menerapkan prokes, hal yang sangat penting yakni jangan izinkan kegiatan atau event yang bisa mengumpulkan kerumunan. Itu seharusnya yang bisa dijaga, karena dirinya juga mendapat kabar bahwa memang ada beberapa kegiatan yang dilakukan sehingga bisa mengumpulkan massa.

“Hindari dulu kegiatan yang sifatnya bergerumun, karena memang itu juga menjadi penyebab mengapa status Covid-19 kembali melonjak,” tuturnya.

Dirinya juga meminta satgas Covid-19 di Berau, mampu melakukan pengawasan ketat ke lapisan masyarakat, termasuk ke tempat-tempat yang bisa berpotensi sebarkan Virus Corona. Bahkan, dirinya sepakat penerapan sanksi kepada oknum-oknum yang nekat menyelenggarakan kegiatan tanpa menerapkan prokes dan tidak mengantongi izin dari satgas.

“Itu harus dihindari. Kalau sanksi silakan saja, terpenting itu ada dasar hukumnya dan ada instruksi dari kepala daerah,” tandasnya.

sumber : https://berau.prokal.co/read/news/70387-pemkab-wacanakan-wfh.html

Post a Comment

0 Comments