Masuk PPKM Level 3, Kota Malang Berlakukan Separo Pekerja Jalani WFH


 Selain kampung tangguh, kini terbit kantor tangguh. Ya, salah satu upaya Pemkot Malang menghadang penyebaran Covid-19 di area perkantoran dan juga pabrik. Karena klaster penularan Covid-19 di tempat kerja menjadi atensi saat ini.

Klaster perkantoran dan pabrik di Kota Malang dalam beberapa waktu terakhir memang patut diwaspadai. Diberlakukannya kampanye kantor tangguh yang dimaksud mirip dengan kampung tangguh. Yakni dengan memberlakukan sejumlah pembatasan yang harus dipatuhi oleh perusahaan maupun karyawan.

”Harus ada pembatasan karyawan yang masuk. Misalnya dari 66 karyawan bisa menerapkan separo WFH (work from home) dan WFO (work from office),” pinta Wali Kota Malang Sutiaji kemarin (18/2) saat sidak ke pabrik SKT Sampoerna.

Apalagi saat ini level pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Kota Malang berada di level 3. Artinya, karyawan yang masuk untuk bekerja mendapat pembatasan. Belum lagi penggunaan aplikasi PeduliLindungi juga harus diterapkan di tiap perkantoran.

Terkait kasus Covid-19 yang terus meningkat, Sutiaji menjelaskan hal itu dampak dari percepatan testing baik secara mandiri maupun hasil dari tracing kontak erat pasien Covid-19. Meski demikian, pengalaman gelombang kedua penyebaran Covid-19 pada pertengahan tahun 2021 menjadi dasar bahwa tak akan lama. ”Penyebaran Omicron kan cepet. Lalu meninggi dan saya prediksi Maret depan sudah melandai,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kota Malang dr Husnul Muarif menegaskan kantor tangguh juga harus mematuhi Inmendagri terkait PPKM Level 3. Untuk sektor pabrik industri misalnya, selama PPKM level 3 diperbolehkan beroperasi dengan kapasitas 75 persen di bagian produksi. Sementara untuk bagian administrasi hanya boleh diizinkan 25 persen. ”Ini berlaku dengan pembatasan sesuai prokes. Penerapan PeduliLindungi juga ditekankan saat masuk maupun pulang kerja,” tegasnya.

Sementara untuk perkantoran yang bukan berada di sektor produksi seperti pabrik, pembatasan karyawan yang WFO mencapai 50 persen dari kapasitas total. Dengan aturan itu, setidaknya bisa menekan angka penambahan Covid-19 harian. Per kemarin saja, setidaknya ada 588 kasus penambahan baru. Penambahan kasus baru itu kemungkinan besar bakal mempertahankan Kota Malang di level 3. ”Sebab indikator penurunan ini kan kasus aktif (Covid-19) jangan sampai 150 kasus per hari,” jelasnya.

sumber : https://radarmalang.jawapos.com/malang-raya/kota-malang/19/02/2022/masuk-ppkm-level-3-kota-malang-berlakukan-separo-pekerja-jalani-wfh/

Post a Comment

0 Comments