Bebas Covid-19, PN Depok Masih Terapkan WFH


 Penularan Covid-19 di Pengadilan Negeri (PN) Depok akhirnya berhasil ditekan. Saat ini PN Depok sudah mencatatkan 0 kasus Covid-19, setelah beberapa minggu yang lalu ada 28 orang pegawai PN Depok baik dari Aparatul Sipil Negra (ASN) hingga hakim yang terpapar Covid-19.

“Alhamdulillah tidak ada kasus baru, dan semua ASN yang sempat positif sudah sembuh dan kembali bekerja,” kata Humas PN Depok, Ahmad Fadil, Kamis (24/2).

Dia mengatakan, meski semua pegawai sudah dinyatakan sembuh, kegiatan work from home (WFH) di PN Depok masih terus berjalan, dan belum ada perubahan jadwal baik pelayanan maupun sidang.

“Pelayanan satu pintu masih dibuka mulai dari pukul 08:00 – 12;00 WIB,” ucapnya.

Dia mengungkapkan, untuk persidangan masih berjalan hanya saja sebagian dilakukan secara luring dan sebagian lagi secara daring. Waktu persidangan dibatasi sampai pukul 16:00 WIB.

“Untuk sidang pidana dilakukan secara daring, sedangkan perdata secara luring,” bebernya.

Kata dia, penerapan WFH masih menunggu instruksi dari Ketua PN Depok untuk dirubah, seiring dengan stasus level PPKM di Kota Depok.

“Kalau masih level 3 kayaknya kita masih WFH 60 persen,” terangnya.

Sebelumnya diberitakan Kasus penularan Covid-19 di lingkungan Pengadilan Negeri (PN) Depok terus melonjak. Hingga Senin (30/1), tercatat ada 28 pegawai, baik hakim hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) yang terpapar Covid-19 di lembaga peradilan tersebut.

Ketua PN Depok, Iman Luqmanul Hakim mengatakan, penambahan kasus ini diketahui setelah pegawai PN melakukan swab antigen mandiri, hasilnya bertambah tujuh orang yang terkonfirmasi.

“Kemarin ada tujuh pegawai yang Covid-19 jadinya 28 orang. Hakim empat positif sisahnya ASN,” kata Lukman, Selasa (1/2).

Iman mengungkapkan, meski terus mengalami penambahan, pihaknya belum ada rencana untuk memperpanjang lockdown, akan tetapi hanya menerapkan work from home (WFH) sebesar 60 persen.

“Mulai Rabu (2/2), PN kembali dibuka untuk melayani masyarakat. Akan tetapi pegawai yang bekerja di kantor hanya 40 persen. Selebihnya WFH,” tuturnya.

Sementara itu, Humas PN Depok, Ahmad Fadhil menjelaskan, selama penerapan Lockdown di PN Depok, ada ratusan perkara yang terpaksa mangkrak lantaran tidak adanya persidangan sama sekali.

“Semua persidangan kami tiadakan selama lockdown, kecuali perkara yang tahanan masa tahananya akan habis,” terangnya.

Dia menyebutkan, seharusnya ada 120 persidangan yang harus dilakukan PN Depok selama lockdown kemarin. Akan tetapi, semuanya akan dijalankan kembali setelah masa berlaku lockdown habis.

“Mayoritas persidangan yang didaftarkan untuk disidang di PN Depok perkara Perdata,” pungkasnya.

sumber : https://www.radardepok.com/2022/02/bebas-covid-19-pn-depok-masih-terapkan-wfh/

Post a Comment

0 Comments