Satgas Covid-19 Minta Perkantoran Nonesensial Pertimbangkan WFH

Juru Bicara Satgas Covid-19, Wiku Adisasmito saat konferensi pers di Gedung Graha BNPB.

  Kasus Covid-19 terus meningkat dalam tiga pekan terakhir. Hari ini, kasus positif Covid-19 bertambah 8.077, tertinggi sejak 2 September 2021 yang tercatat 8.955.


Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengingatkan semua pihak bahwa Covid-19 bisa menginfeksi siapa saja, tanpa pandang bulu. Terutama bagi tenaga kesehatan yang berhadapan langsung dengan pasien Covid-19.

Selain itu, pekerja pada sektor esensial yang menangani Covid-19 juga berisiko tinggi terpapar Covid-19. Demikian dengan masyarakat dengan tuntutan situasi maupun profesi sehingga harus melakukan mobilitas.

Sementara bagi pekerja nonesensial, penularan Covid-19 masih bisa dihindari dengan pengendalian mobilitas. Karena itu, Wiku meminta perkantoran nonesensial mempertimbangkan untuk menerapkan kembali Work From Home (WFH).

"Mohon kepada perkantoran nonesensial dapat mempertimbangkan untuk menerapkan WFH kembali, sebagai bentuk antisipasi terus meningkatnya kasus Covid-19," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (27/1).

Kepada masyarakat, Wiku mengimbau agar tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Menggunakan masker dengan benar, tidak bepergian jika tak mendesak, dan menghindari kerumunan.

"Tidak pergi ke kerumunan menjadi hal yang penting untuk membantu agar kasus segera turun," pesannya.

Sebagai informasi, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menyumbang 90,4 persen kasus positif Covid-19 dalam sepekan terakhir. Dari total 14.729 kasus Covid-19 nasional dalam sepekan, 13.316 disumbang tiga provinsi tersebut.

"DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Banten menyumbangkan sebesar 90,4 persen," kata Wiku.

Dia meminta pemerintah daerah pada tiga provinsi itu melakukan strategi mitigasi untuk menekan laju kasus Covid-19 selama dua pekan ke depan. Langkah ini untuk mencegah lonjakan kasus yang lebih tinggi lagi.

Dia juga mendorong pemerintah daerah segera mengevaluasi kembali penerapan protokol kesehatan baik di sektor perkantoran, fasilitas publik, serta transportasi publik.

"Pemerintah pusat akan berkoordinasi dan mengevaluasi upaya mitigasi daerah secara rutin," ujarnya.

Mantan Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Indonesia (UI) juga mengimbau kepada masyarakat pada tiga provinsi tersebut untuk menghindari aktivitas serta tempat yang berisiko tinggi terhadap penularan Covid-19.

"Terutama bagi kategori rentan yaitu orang yang tidak dapat divaksin, anak-anak, lansia yang memiliki komorbid untuk menghindari aktivitas serta tempat dengan risiko penularan tinggi," kata dia.

Data Kementerian Kesehatan hari ini, Kamis (27/1) pukul 12.00 WIB, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Indonesia bertambah 8.077. Penambahan ini merupakan tertinggi sejak 2 September 2021 yang tercatat 8.955 kasus Covid-19.

Total kasus Covid-19 di Indonesia menjadi 4.309.270. Ada 32 provinsi yang menyumbang kasus positif Covid-19 hari ini. Namun, tiga provinsi di antaranya mengontribusi angka tertinggi yakni DKI Jakarta 4.149, Jawa Barat 1.744, dan Banten 1.291.

sumber : https://www.merdeka.com/peristiwa/satgas-covid-19-minta-perkantoran-nonesensial-pertimbangkan-wfh.html

Post a Comment

0 Comments