Logam Berguguran, Harga Timah Ikut Tertekan

Ilustrasi. (net)

Harga timah akhirnya mengalami nasib yang sama dengan harga logam dasar di London Metal Exchange (LME) yang turun secara keseluruhan pada penutupan pasar, Senin (24/1/2022). Timah kontrak tiga bulan turun menjadi US$42.850 per metrik ton dari level harga tertinggi US$43.500 per metrik ton.

Harga logam dipengaruhi meningkatnya ketegangan politik antara Rusia dan Ukraina dan pelaku pasar fokus pada pertemuan Federal Reserve (Fed) Amerika Serikat pada hari Rabu ini.

Diantara logam dasar, harga nikel kontrak tiga bulan turun paling dalam hingga 6,8% pada US$22.404 per ton dari US$24.028 per ton pada penutupan Jumat lalu.

"Jelas, pasar menjadi lebih berhati-hati dan beberapa investor mengambil untung," kata Wenyu Yao, ahli strategi komoditas di ING dikutip metalbulletin.com, Selasa (25/1/2022).

Pelaku pasar menantikan pertemuan Komite Moneter Terbuka Federal (FOMC) pertama tahun 2022 yang dampaknya terhadap pasar.

Sejak dibuka pagi hari, harga logam mulai melemah. Performa terburuk saat pembukaan pasar adalah harga nikel tiga bulan yang turun 4,1% menjadi US$23.040 per ton, harga nikel makin turun hingga 6,8% pada penutupan petang harinya.

"Harga logam industri turun pada Senin karena aksi ambil untung, ada kekhawatiran menjelang pertemuan Federal Reserve AS minggu ini dan penguatan dolar, tetapi rendahnya stok memberikan beberapa dukungan," tulis analis pasar Nasdaq.

Sedangkan harga timah turun tidak terlalu dalam karena keterlambatan pemberian izin ekspor timah di Indonesia, produsen logam terbesar kedua di dunia yang akan memperparah kelangkaan pasokan da mendorong harga logam solder untuk industri hilir.

Sedangkan pasar komoditas Shanghai pada penutupan sore hari, harga logam dasar ditutup bervariasi. Harga timah justru naik bersama timbal. Sentimen pasar di Shanghai mereda ketika kebijakan moneter di China dan AS baru-baru ini sejalan dengan perkiraan pasar.

Tembaga Shanghai turun 1,14%, aluminium turun 2,32%, timbal naik 0,29%, seng turun 1,49%, timah naik 0,81%, dan nikel turun 1,19%.

Timah di Shanghai Futures Exchange (SHFE) ditutup naik 0,81% atau 2.630 yuan pada 328.310 yuan per metrik ton dengan open interest naik 8.177 lot menjadi 37.955 lot.

Pasar spot sepi menjelang CNY, dan permintaan diperkirakan akan melemah lebih lanjut. Pasar diperkirakan akan melihat sentimen penghindaran risiko yang meningkat minggu ini. (wb)

sumber :https://wowbabel.com/2022/01/25/logam-berguguran-harga-timah-ikut-tertekan


 

Post a Comment

0 Comments