Debut, Saham Emiten TP Rachmat Sempat ARA, Begini Prospeknya

Foto: PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) mencatatkan saham perdana di Bursa Efek Indonesia (BEI), Selasa 25 Januari 2022. (Dok. ASLC).

Mengawali debut perdananya di lantai bursa, harga saham PT Autopedia Sukses Lestari Tbk (ASLC) langsung terbang dan sempat menyentuh level Auto Reject Atas (ARA).
Baru beberapa menit dibuka harga saham ASLC melesat 25% ke level Rp 320/unit. Data perdagangan mencatat ada antrean beli 25 juta lot saham di level ARA pada 09.10 WIB. Selang 25 menit sejak bel pembukaan, saham ASLC masih terkerek naik 21,88% ke Rp 312/unit.

Harga IPO saham ASLC dipatok di Rp 256/unit sehingga total raupan dana yang diterima ASLC mencapai Rp 652,6 miliar.

Sebesar 64,72% dana yang diperoleh dari aksi korporasi berupa IPO tersebut akan digunakan perseroan untuk modal kerja pada usaha yang baru beroperasi pada 3 Januari 2022 dan sisanya untuk melunasi pinjaman ke perusahaan induk.

Sebagai informasi, sebelum IPO sebanyak 97% saham ASLC dipegang oleh PT Adi Sarana Armada Tbk (ASSA) yang merupakan anak usaha Daya Group yang terafiliasi pada Triputra Group milik pengusaha TP Rachmat.

ASLC sendiri awalnya bergerak di sektor perdagangan dan lelang mobil bekas. Pada 2014 silam ASLC mendirikan usaha lelang mobil dengan nama BidWin.

Namun pada 2019, ASLC memutuskan untuk mengakuisisi perusahaan pionir lelang otomotif terkemuka yaitu PT Japan Bike Auction Indonesia sebanyak 51% atau yang kini dikenal dengan nama JBAI. Berdasarkan prospektus ASLC, kepemilikannya di JBAI kini mencapai 84,40%.

ASLC lewat JBAI menjadi salah satu balai lelang dengan pangsa pasar terbesar di Indonesia dengan rata-rata jumlah buyer mencapai 30 ribu per tahun dan dengan nilai Gross Merchandise Value (GMV) mencapai Rp 5 triliun.

ASLC memanfaatkan momentum booming harga komoditas untuk meraup pendanaan dari pasar untuk ekspansi. Banyak ekonom menilai booming harga komoditas akan berdampak pada penguatan daya beli masyarakat.

Menariknya saat harga komoditas naik, masyarakat yang daya belinya terdongkrak lebih banyak berbelanja barang yang sifatnya discretionary seperti kendaraan misalnya.

Untuk memperluas market share, ASLC terus berekspansi dan bertransformasi menjadi platform marketplace yang terintegrasi dengan tiga penopang bisnis utama yaitu lewat JBAI khusus untuk lelang mokas baik secara online dan offline, Caroline sebagai platform market place online dan O2O showroom serta Cartalog yang berperan sebagai platform pencatatan dan analitik harga.

Selain itu, ke depan perseroan juga akan semakin memperlebar sayap bisnisnya dengan masuk ke sektor dengan peluang bisnis menjanjikan seperti dealer dan leasing atau pembiayaan, jasa layanan after sales, broker otomotif untuk kendaraan baru hingga lelang alat berat.

Dalam sebuah riset, analis PT Trimegah Sekuritas Indonesia Tbk (TRIM) memperkirakan laba bersih Autopedia akan meningkat dari Rp 17,7 miliar pada proyeksi 2021 menjadi Rp 123,6 miliar pada proyeksi 2025 (62,6% CAGR) seiring dengan peningkatan pendapatan dan peningkatan margin keuntungan pada dua anak usaha Autopedia, JBA dan Caroline.

Dalam riset tersebut, Trimegah merekomendasikan buy saham ASLC dengan target price Rp 430/unit.

sumber : https://www.cnbcindonesia.com/market/20220125093026-17-310163/debut-saham-emiten-tp-rachmat-sempat-ara-begini-prospeknya

Post a Comment

0 Comments