PUWSI Bersiap Membuka Kembali Destinasi Wisata Selam

Wisata Selam sudah 20 bulan tidak beroperasi. Kini, PUWSI bersiap membuka kembali wisata selam. (@fandy_diver for JawaPos.com via PUWSI)

 

Pelaku industri wisata minat khusus (selam) bersiap menyambut pembukaan kembali destinasi setelah lebih dari 20 bulan mengalami dormansi akibat pandemi Covid-19. Harapan berkembang seiring dengan penanganan pandemi yang sudah terkendali, terbukti dengan sinyal pemerintah yang akan membuka kembali layanan wisata selam dan menerima kunjungan turis asing.

Sebagai bentuk kesiapan industri, Dewan Pengurus Pusat Perkumpulan Usaha Wisata Selam Indonesia (PUWSI) akan melakukan koordinasi nasional dengan menggelar Musyawarah Nasional (Munas) III yang diselenggarakan pada 3 November 2021. Munas ini mengundang seluruh anggota untuk melaksanakan kewajiban organisasi berupa evaluasi kepengurusan dan konsolidasi sinergitas antarpelaku industri wisata selam di era new normal.

“Banyak hal telah terjadi selama pandemi yang berpengaruh berat bagi kelangsungan industri wisata selam. Mulai dari penutupan destinasi, cashflow nol, hingga pemutusan hubungan kerja. Lewat Munas, selain untuk menjalankan kewajiban AD/ART organisasi, juga untuk menguatkan sinergi antaranggota PUWSI dalam menyongsong era baru wisata selam yang lebih bertanggung jawab,” ujar Ketua Umum PUWSI 2018-2021 Ricky Soerapoetra.

Munas dijadwalkan akan dibuka oleh Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Sandiaga Uno. Munas akan diadakan secara hybrid dengan pertemuan tatap muka secara terbatas sesuai dengan ketentuan Cleanliness, Health, Safety & Environment Sustainability (CHSE) di Hotel Harris fX Sudirman Jakarta Pusat serta pertemuan online untuk mengakomodasi anggota perkumpulan di berbagai daerah.

Ricky menambahkan, ekowisata akan semakin diminati pascapandemi karena semua wisatawan kini ingin lebih dekat dengan alam. Ini harapan baru, sekaligus tantangan baru. “Kita juga perlu sharing apa saja yang telah kita lalui selama pandemi. Dan kira-kira rekomendasi apa yang perlu kita usulkan kepada pemerintah untuk perbaikan ke depan nanti.”

Saat ini mayoritas pelaku usaha wisata selam yang menjadi anggota PUWSI juga telah mendapatkan sertifikat CHSE yang dikeluarkan Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif. Ini berarti mampu menjalankan kembali usahanya dengan tetap menjalankan protokol kesehatan secara ketat untuk menekan penyebaran virus Covid-19.

Meski asosiasi ini baru berusia 6 tahun, jumlah keanggotaan PUWSI terus bertambah. Hal ini menandakan industri wisata selam di Indonesia terus berkembang, baik berupa pembukaan dive center baru, resort baru, penemuan situs selam baru, serta jumlah penyelam yang terus bertambah. Hal itu didukung karena Indonesia merupakan negara kepulauan terbesar kedua di dunia, dengan ribuan titik selam yang menarik dan tidak ditemukan di destinasi-destinasi selam lain. Sehingga usaha wisata selam merupakan usaha yang prospektif dan sangat menguntungkan.

“Mewakili asosiasi, selama pandemi ini kami juga mengapresiasi sekali berbagai program pemerintah yang melibatkan kalangan industri wisata selam dan memberikan bantuan bagi pelaku usaha selam. Seperti proyek ICRG (Indonesia Coral Reef Garden) di Bali yang melibatkan ribuan penyelam. Itu sangat membantu pendapatan pekerja wisata selam di masa sulit. Juga berbagai program lain di berbagai destinasi selam lain seperti sertifikasi pemandu selam, konservasi manggrove, dan donasi bagi pekerja selam selama pandemi, serta lain-lain yang juga melibatkan banyak penyelam.”

Munas mengusung tema Bangkit Bersama untuk Maju Lebih Kuat sebagai bentuk membangun semangat bagi pelaku usaha wisata selam yang terpukul keras akibat pandemi. Tercatat kinerja usaha wisata selam langsung terpukul 66 persen pada April 2020 dengan kerugian mencapai 75,8 miliar dalam waktu 3 bulan sejak pandemi merebak di awal tahun 2020.

Sumber : https://www.jawapos.com/ekonomi/bisnis/30/10/2021/puwsi-bersiap-membuka-kembali-destinasi-wisata-selam/

Post a Comment

0 Comments