Bersiap Pandemi Jadi Endemi, KAI Fokus Transformasi Digital

Foto: Direktur Utama KAI, Didiek Hartyantyo

 

Jakarta - Perkembangan penanganan COVID-19 di Indonesia terus menunjukkan hasil yang baik. Setelah juli gelombang kedua, berbagai upaya yang telah dilakukan pemerintah membuat pandemi menjadi lebih terkendali, dan disebutkan menjadi masa peralihan dari pandemi menuju endemi.

Peralihan ini juga tentunya juga dirasakan oleh moda transportasi layanan publik seperti PT Kereta Api Indonesia (Persero) atau KAI. Dalam rangka adaptasi hal ini, KAI sangat memperhatikan transformasi digital sebagai penunjang layanan KAI.

Direktur Utama PT KAI Didik Hartantyo, mengatakan kereta api Indonesia dengan sistem informasi teknologi yang sekarang sudah dapat mengaplikasikan metode-metode pembayaran yang luas di aplikasi KAI Access, baik menggunakan Link Aja, Direct Debit, serta berbagai kemudahan lainnya.

"Ada perbedaan konduktor dulu dan sekarang. Kalau dulu itu selalu nanya tiket dan dilobangin, sekarang menggunakan aplikasi, data penumpang sudah ada di aplikasi yang bersangkutan," ujar Didik dalam acara The Best Infrastructure and Logistic Companies CNBC Awards, Kamis (4/11/2021).

Kedepannya, Didik mengatakan KAI akan melakukan transformasi digital yang dibantu konsultan strategic nomor 1 dunia. Menurutnya, KAI ingin selenggarakan operasi kereta api dengan kelas dunia dengan berbasis digital.

Selain itu, dalam rangka adaptasi Pandemi ke endemi, KAI akan tetap mengaplikasikan dan menjalankan protokol-protokol kesehatan memasuki masa new normal sebagai strateginya. Ia menuturkan stasiun-stasiun akan diberikan sanitizer, wastafel, kemudian kereta-kerta juga dibersihkan dengan sanitizer, begitu juga untuk kereta Commuter.

"Kemudian pada waktu penumpang melakukan registrasi beli tiket, maka dengan telah terintegrasinya layanan PedulilLindungi dengan KAI Access, maka data-data penumpang langsung ketangkep di KAI Access," jelas Didik.

Didik menambahkan, semua strategi ini berbasiskan it, sehingga KAI dengan sistem digital maju dapat mengintegrasikan dengan mudah data. Yang terbaru, KAI sudah menerapkan registrasi berdasarkan NIK yang jadi syarat pembelian tiket, ini menjadi keharusan dan akan dilakukan terus menerus.

Lebih lanjut, mengenai inovasi, Didik menjelaskan, dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, KAI melalui KAI Acces menyediakan fasilitas first miles dan last miles yang bekerjasama dengan taksi terkemuka di Indonesia.

"Keuntungannya pelanggan bisa memesan taksi melalui aplikasi kami dari rumah ke stasiun atau nanti dari stasiun ke rumah yang bersangkutan," tutur Didik.

Pada 21 September 2021, PT Kereta Api Indonesia juga berhasil mengaplikasikan percepatan waktu tempuh kereta utama, yakni Argo Bromo Anggrek dari Gambir ke Surabaya, kemudian Argo Lawu dari Gambir ke Solo Balapan, Argo Wilis dari Bandung ke Surabaya Gubeng, dan Taksaka dari Gambir ke Yogyakarta. Percepatan waktu ini berkisar antara 19 sampai 70 menit.

"Jadi bayangkan yang semula misalnya ke Surabaya dari Jakarta itu 8 jam 42 menit sekarang ini menjadi 8 jam 10 menit dengan perhitungan menjadi 8 jam kemudian Jakarta ke Solo yang semula 8 jam sekarang hanya 7 jam, sementara Jakarta-Jogjakarta yang semula 7 jam sekarang bisa 6 jam," tambah Didik.

Di samping percepatan waktu tempuh, KAI juga menyediakan wifi gratis di atas kereta. Kemudian KAI juga menyediakan live cooking artinya makanan yang semula siap saji atau frozen, sekarang dimasak di atas kereta. Adapun fasilitas toilet juga akan dibedakan antara pria dan wanita.

"Sehingga inilah yang menjadi sesuatu yang berbeda, dan kami untuk itu melakukan rekrutmen kepada 15 pemimpin baru, nanti ini akan berkembang sesuai dengan perkembangan yang terjadi," pungkas Didik.

Sumber : https://www.cnbcindonesia.com/news/20211104112041-4-288950/bersiap-pandemi-jadi-endemi-kai-fokus-transformasi-digital

Post a Comment

0 Comments