Tips Redakan Sakit Kepala karena Perubahan Gaya Hidup Selama Pandemi

Kenapa kepala sering pusing? Penyebabnya bisa bervariasi, mulai dari stres, dehidrasi, hingga adanya kondisi kesehatan tertentu.(UNSPLASH/USMAN YOUSAF)


Pandemi Covid-19 menciptakan banyak kebiasaan baru dan menuntut perubahan gaya hidup di masyarakat.

Sayangnya, penyesuaian ini juga memicu sejumlah efek samping dari segi kesehatan. Salah satu keluhan yang mengemuka adalah sakit kepala yang diakibatkan berbagai hal.

Salah satu laporan menyebutkan, sekitar 90 persen orang di usia produktif menderita sakit kepala akibat stres dan tren ini meningkat selama pandemi. Kebanyakan diantaranya tidak mempedulikannya akibat aktivitas harian yang padat sehingga keluhan ini kerap berulang.

Penyebab yang banyak dirasakan adalah kurang istirahat, stres emosional dan postur tubuh yang salah selama bekerja. Pola Work From Home (WFH) yang banyak diterapkan juga memicu sakit kepala tegang sehingga dapat menurunkan produktivitas hingga 33 persen.

Sakit kepala bisa terjadi karena berbagai alasan baik karena kondisi fisik maupun mental. Untuk menguranginya, ada sejumlah hal yang bisa kita lakukan yakni:

Minum air putih

Pastikan untuk memenuhi kebutuhan asupan air putih harian meskipun lebih banyak menghabiskan waktu di rumah. Minum 8-11 gelas air putih setiap hari untuk menjaga cairan tubuh dan mencegah sakit kepala.

Aktivitas fisik 30 menit per hari

Jangan malas bergerak dan meluangkan waktu untuk berolahraga. Sisihkan waktu setidaknya 30 menit setiap hari untuk melakukan olahraga ringan seperti joging, jalan kaki atau bersepeda.

Tubuh yang lebih bugar karena sering berolahraga dapat membuat kita terhindari dari risiko sakit kepala.

Masker terlalu ketat

Penggunaan masker yang tidak tepat dalam waktu panjang juga bisa menjadi salah satu faktor pemicu sakit kepala. Hindari menggunakan masker yang terlalu tepat dengan memperhatikan posisi rahang, leher dan kepala saat memakai masker.

Ambil jeda sesaat apabila sudah memakai masker terlalu lama. Namun pastikan melepas masker di lokasi dan situasi yang aman dari risiko Covid-19.

Kendalikan stres

Stres emosional yang tidak tertangani juga dapat memicu sakit kepala. Pastikan untuk mengendalikan stres atau beban pikiran yang dialami untuk menjaga kondisi kesehatan.

Alokasikan waktu untuk melakukan hal yang disukai guna meredakan stres. Misalnya saja menonton serial drama favorit, berkebun atau jalan-jalan.

Istirahat yang cukup

Sistem WFH tanpa disadari kerap menyita banyak waktu dan perhatian sehingga luput untuk beristirihat. Hal ini juga bisa menjadi penyebab sakit kepala dan berbagai keluhan lainnya.

Ambil jeda sesaat ketika sudah terlalu lama bekerja dan berada di depan komputer. Istirahat tiap dua jam sekali agar mata tidak cepat lelah dan berdampak buruk pada tubuh.

Hindari sakit kepala di masa new normal

Laksmi Prasvita, Head of Communications, Public Affairs, Science & Sustainability, Bayer Indonesia mengatakan banyak yang belum menyadari risiko sakit kepala akibat pola hidup baru ini.

"Kami bermaksud untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat melalui edukasi dengan tema besar 'Indonesia Bangkit Gak Pake Lama' sebagai komitmen berkelanjutan dari Bayer Indonesia melalui Saridon Extra," terangnya, dalam rilis yang diterima Kompas.com.

Kampanye ini mengajak masyarakat Indonesia untuk berkomitmen tetap produktif selama new normal demi melanjutkan aktivitas di tengah situasi pandemi yang menantang. Khususnya kepada kalangan yang berisiko mengalami sakit kepala ketika melakukan aktivitasnya.

Country Medical Lead Bayer Consumer Health, Bayer Indonesia, dr. Riana Nirmala Wijaya, mengatakan sakit kepala dapat menjadi salah satu penghambat jika tidak segera diobati. Sebagai solusi, ia menyarankan produknya yang merupakan analgesik dengan formula kombinasi parasetamol dan kafein.

Kegunaannya untuk meredakan sakit kepala dalam waktu singkat dan tanpa menyebabkan kantuk sehingga tidak menganggu aktivitas.

Sumber : https://lifestyle.kompas.com/read/2021/10/24/143500920/tips-redakan-sakit-kepala-karena-perubahan-gaya-hidup-selama-pandemi?page=all

Post a Comment

0 Comments