Teknologi IT Mendukung Pencegahan Perubahan Iklim

 


Digital. Sumber ilustrasi: PEXELS/ThisIsEngineering 

Dalam pembahasan di salah satu webinar kami di EVENTCERDAS, kami secara khusus di bulan ini mengangkat tema ICT for Climate Change, Teknologi Informasi dan Komunikasi untuk mendukung pencegahan perubahan iklim. 

Ada dua hal yang kami fokuskan angkat, pertama adalah pusat data (data center) yang semasa pandemi ini malah berkembang, serta  penggunaan daya listrik komputer desktop. 

Pembahasan pertama kami membidik pusat data , atau data center dengan upaya menghemat energi. Data Center mendadak tumbuh berkembang pesat dalam waktu di masa pandemi, karena memang sebagian orang bekerja remote, work from home. Sehingga ini membuat semua data yang ada di ruang server, data center perusahaan dan instansi, mulai dipindahkan bertahap ke data center bersama, atau kita kenal dengan cloud. Oleh karena itu, ruang server dan data center di perusahaan dan instansi tidak lagi menjadi optimal, sehingga bisa dikurangi penggunaan daya-nya. Untuk bisa mencapai ini, banyak perusahaan dan instansi mulai berbenah diri. Mereka melakukan rasionalisasi data center atau pusat data. Ruangan mereka kecilkan, server menggunakan virtualisasi, sehingga jumlahnya berkurang, dan semua dapat ditempatkan dalam fasilitas data center yang lebih hemat. 

Maka teknologi seperti virtualisasi, cloud serta penggunaan data center berbasis rack, seperti smart rack, micro data center, berkembang pesat di masa pandemi. Semua ini menekan penggunaan daya listrik yang ada di data center kita, yang semula tinggi di lingkungan perusahaan dan instansi. Dengan penggunaan teknologi informasi ini maka Net-Zero Emission bisa dicapai oleh perusahaan dan instansi.  

Kedua, kami mengangkat penggunaan daya listrik di komputer desktop, yang saat ini masih banyak juga digunakan di perkantoran, pabrik dan banyak tempat lainnya. Digantikan dengan menggunakan teknologi zero client computing. Sesuai dengan namanya, zero client computing tidak menggunakan prosesor dan memori, serta terkoneksi dengan menggunakan teknologi remote. Sehingga semua prosesing terjadi di pusat data, atau server utama yang menampung koneksi zero client ini. 

Teknologi ini sangat sesuai menggantikan penggunaan komputer desktop yang saat ini menggunakan daya minimal 250-450 watt per komputer, digantikan dengan zero client computing yang hanya menggunakan daya 5 watt. Maka otomatis penggunaan daya listrik untuk komputer menurun drastis. 

Kedua teknologi diatas setidaknya akan menolong upaya perusahaan dan instansi untuk melakukan Net-Zero Emission dengan mengurangi penggunaan daya di data center dan penggunaan desktop komputer di tempat mereka. 

Kami sangat bersyukur, ada beberapa perusahaan dan instansi yang telah kami bantu mengimplementasikan dan menggunakan teknologi ini karena mereka sadar pentingnya upaya nyata pengurangan dampak perubahan iklim.

sumber : https://www.kompasiana.com/startmeup/616a33e801019015237bf2e2/teknologi-it-mendukung-pencegahan-perubahan-iklim

Post a Comment

0 Comments