Reisa Broto Asmoro: Pembukaan Kegiatan Keagamaan Harus Sesuai Pedoman WHO

Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengatakan pembukaan kegiatan keagamaan di masa pandemi harus sesuai pedoman WHO. Foto/BNPB

 

JAKARTA - Juru Bicara Pemerintah untuk Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru Reisa Broto Asmoro mengatakan pembukaan kegiatan keagamaan di masa pandemi harus sesuai pedoman WHO. Reisa menjelaskan pembukaan kegiatan keagamaan harus memenuhi syarat keamanan dari penularan Covid-19 .

Dia menambahkan pedoman dasar yang dibuat pemerintah untuk membuka kembali kegiatan keagamaan sesuai dengan pedoman dari organisasi kesehatan dunia atau WHO. “Jadi tentunya kegiatan masyarakat ini boleh dilakukan asal memenuhi beberapa syarat keamanannya ya atau risiko penularannya menjadi ditekan serendah mungkin,” kata Reisa secara virtual, Rabu (27/10/2021).

Dia mengatakan pembukaan kegiatan keagamaan di Indonesia saat ini juga melihat dari indikator bahwa pengendalian Covid-19 semakin baik. “Kita perlu bersyukur terlebih dahulu ya bawa indikator-indikator pengendalian Covid-19 di Indonesia ini semakin baik. Indikator-indikator ini menentukan wilayah kabupaten kota atau provinsi kita ada di level berapa nih di masa PPKM ini,” katanya.

Selain itu, kinerja 3T yakni testing, tracing, dan treatment juga semakin tinggi. Ditambah dengan cakupan vaksinasi Covid-19 yang semakin meningkat. Sehingga, kegiatan keagamaan pun diizinkan kembali.

“Apabila kinerja 3T ada testing, tracing, dan treatment pada daerah tersebut baik, ditambah lagi dengan cakupan vaksinasinya bagus, maka aktivitas masyarakat yang intensitasnya tadinya rendah ya boleh meningkat itu. Dan yang penting adalah acara keagamaan, hari raya, upacara-upacara keagamaan. Jadi secara intensitas acara keagamaan pun boleh naik lagi,” pungkas Reisa.

Sumber : https://nasional.sindonews.com/read/581304/15/reisa-broto-asmoro-pembukaan-kegiatan-keagamaan-harus-sesuai-pedoman-who-1635322231

Post a Comment

0 Comments