Rangkul Kenormalan Baru, FITK UIN Jakarta Gelar Konferensi Internasional


 

Keberadaan pandemi COVID-19 yang sudah berjalan cukup lama turut menggerakkan kesadaran akan keadaan disruptif yang membayangi berbagai lini kehidupan. Berjalan lebih dari satu tahun, memaksa berbagai lini mengubah aktivitas ekosistem yang sebelumnya telah membudaya dengan cukup mapan. Termasuk di lini pendidikan, penutupan berbagai sekolah dan entitas pendidikan lain turut mengantarkan pada kesempatan untuk berkolaborasi dengan kemajuan teknologi yang ada.

Sejauh yang telah dijalani, seluruh entitas pendidikan menjalankan proses transisi ke aktivitas pembelajaran daring (dalam jaringan – online)dengan berbagai platform yang tersedia, sebagai upaya merangkul kenormalan baru (new normal) untuk beradaptasi dengan keadaan yang sedang melanda.

Merespon kenormalan baru dengan berbagai aktivitasnya, membawa beberapa isu-isu fundamental dalam dunia pendidikan yang akan dibahas dalam sebuah konferensi internasional. Mulai dari tantangan praktik, metode, strategi, kurikulum, perencanaan, pengolahan kelas, pengembangan profesionalitas pengajar, sampai evaluasi kebijakan menyangkut operasional yang sedang berjalan. Merespon kondisi tersebut, Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta menggelar konferensi internasional bertajuk ICEMS (International Conference on Education in Muslim Society).

“Dalam situasi seperti ini, kita membutuhkan cara-cara inovatif untuk menghadapi tantangan pendidikan yang disebabkan oleh pandemi, termasuk cara paling efektif untuk mengintegrasikan teknologi ke dalam praktik pendidikan di semua tingkatan.” Ungkap Amany Lubis, Rektor UIN Jakarta, yang tertulis di pers rilis yang diterima Pingpoint.co.id, Selasa, (5/10/2021).

Mengangkat tema ‘Embracing the New Normal: Changing Roles of Teachers and Technologies in Shifing Education Landscape’, konferensi internasional ini merangkul seluruh pegiat pendidikan untuk menggodok ide-ide penting yang nantinya berpotensi mengantarkan pendidikan di era kenormalan baru dapat berintegrasi dengan perkembangan teknologi untuk kemajuan dan keselarasan pendidikan di Indonesia.

“Saya percaya, kolaborasi di bidang pendidikan dapat membawa perubahan signifikan di masa depan, khususnya di Indonesia.” Jelas Sururin, Dekan FITK UIN Jakarta.

Digelar secara virtual melalui Zoom Cloud Meeting, ICEMS tahun ini merupakan ajang tahunan yang digelar kali ketujuh sejak tahun 2014. Sebagai bentuk kontribusi nyata FITK UIN Jakarta di dunia intelektual global, konferensi internasional ini menghadirkan beberapa narasumber penting dari berbagai negara. Seperti, Simon Bedford (Western Sydney University, Australia), Idle Farah (Umma University, Kenya), Ismi Arif Ismail (Universiti Putra Malaysia, Malaysia), Robin Ersing (University of South Florida, Amerika Serikat), Philip Henry (University of Derby, UK), Muhammad Zuhdi (UIN Jakarta, Indonesia), dan Didin Nuruddin Hidayat (UIN Jakarta, Indonesia).

Konferensi internasional ini akan digelar per hari ini, Rabu sampai Kamis, 6-7 Oktober 2021. Dengan harapan menawarkan ide-ide inovatif di bidang pendidikan nantinya, FITK UIN Jakarta mempersembahkan ICEMS sebagai ruang yang penting bagi seluruh pegiat pendidikan, baik di tingkat lokal, nasional, bahkan internasional. Untuk informasi lebih lanjut terkait jalannya proses konferensi internasional ini, Pointers dapat mengunjungi laman https://icems.event.uinjkt.ac.id yang telah disediakan penyelenggara untuk bisa diakses oleh publik.

Sumber : https://pingpoint.co.id/berita/rangkul-kenormalan-baru-fitk-uin-jakarta-gelar-konferensi-internasional/

Post a Comment

0 Comments