PUPR Tambah Fasilitas Penanganan Covid-19 di Luar Jawa

Ilustrasi. Pekerja merapihkan tempat tidur yang akan digunakan di Rumah Lawan Covid-19, di Serpong, Tangerang Selatan, Banten, Senin (13/4/2020). - Antara/Muhammad Iqbal

 

JAKARTA - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) akan menambah kemampuan penanganan pasien Covid-19 di tiga provinsi, yakni Nusa Tenggara Timur, Gorontalo dan Papua. Total potensi penambahan tempat tidur pasien Covid-19 di ketiga provinsi tersebut mencapai 440 unit.

Secara terperinci, penambahan tempat tidur (bed) di Nusa Tenggara Timur mencapai 229 unit, Gorontalo sekitar 175 unit, dan Papua sebanyak 36 unit. Seluruh tempat tidur tersebut akan tersebar di tujuh lokasi yang berbeda.

"Ruang yang tadinya bukan untuk perawatan [pasien Covid-19 kami jadikan ruang perawatan. Jadi, tambah kapasitas kamar [penanganan pasien Covid-19]," ujar Direktur Bina Penataan Bangunan Kementerian PUPR Bobby Ali Azhar kepada Bisnis.com, Kamis (14/11/2021).

Bobby mengatakan pembangunan fasilitas penangan pasien Covid-19 di Gorontalo akan rampung dalam waktu dekat. Sampai saat ini, rata-rata perkembangan konstruksi di provinsi itu telah mencapai 93,93 persen.

Secara detil, Kementerian PUPR penambahan kapasitas pasien Covid-19 di Gorontalo dilakukan di dua rumah sakit, yakni RSUD dr. Hasri Ainun Habibie dan RSUD PROF. Dr. Akoei Saboe. Kapasitas RSUD Habibie tercatat akan ditambah 81 unit bed isolasi dan 26 bed ICU, sedangkan RSUD Saboe sebanyak 60 ben isolasi dan 8 bed ICU.

Pekerjaan di RSUD Habibie mencakup perbaikan jalan akses, instalasi hepafilter dan gas medis, pekerjaan tata udara, dan pemasangan sekat antar pasien. Sementara itu, konstruksi di RSUD Saboe adalah relatif sama kecuali renovasi eks paviliun menjadi ruang isolasi dan ICU dan instalasi sistem mekanikal, perpipaan, dan elektrikal (MEP).

Di sisi lain, Bobby berujar akan menambah empat fasilitas isolasi terpusat (Isoter) di Nusa Tenggara Timur dengan total kapasitas mencapai 229 bed. Penambahan kapasitas Isoter tersebut dilakukan di SKB Wolatang (23 bed), Gedung Latnakes Kupang (72 bed), GOR Komodo (74 bed), dan Eks SMK 5 (60 bed).

Sampai saat ini, rata-rata perkembangan konstruksi empat fasilitas tersebut ada di kisaran 39,16 persen. Adapun, progres terbesar dimiliki Gedung Latnakes Kupang di level 64,67 persen, sedangkan terendah berada di GOR Komodo di posisi 15 persen.

Terakhir, penambahan fasilitas penganan pasien Covid-19 di Papua akan dilakukan di satu lokasi,yakni RSUD Abepura. Sebanyak 18 bed ICU dan 18 bed high care unit (HCU) akan rampung ditambahkan pada akhir 2021.

Pekerjaan yang dilakukan adalah renovasi ICU dan HCU, instalasi hepafilter dan gas medis, pekerjaan MEP, tata udara, saluran limbah medis, dan perbaikan plafon interior ruang pemulasaraan jenazah. Sejauh ini, perkembangan konstruksi telah mencapai 44,51 persen.

Bobby berujar pembangunan RSD Covid-19 merupakan penugasan khusus dari Kementerian Kesehatan. Bobby mengatakan penurunan angka penyebaran Covid-19 membuat penugasan proyek RSD Covid-19 tidak diberikan pada 3 bulan terakhir 2021.

"Tidak ada tambahan [RSD Covid-19] lagi [pada kuartal IV/2021] karena saat ini sudah menurun [tingkat penyebaran] Covid-19. Jadi, kami tidak ada tambahan lagi untuk RSD Covid-19 atau [fasilitas] Isoter," katanya.

Sumber : https://ekonomi.bisnis.com/read/20211014/45/1454196/pupr-tambah-fasilitas-penanganan-covid-19-di-luar-jawa?utm_source=Google%20News&utm_medium=Artikel&utm_campaign=Content%20Aggregator

Post a Comment

0 Comments