PKL Alun-alun Kota Banjar Jalani Tes Antigen, Kapolres: Mereka Berisiko Terpapar Covid-19

Salah satu pedagang Alun-alun saat menjalani tes Antigen di Aula Pendopo Kota Banjar (FOTO: Susi/TIMES Indonesia)

 

BANJAR – Demi memutus mata rantai penyebaran virus Covid di Kota Banjar khususnya di PPKM Level 1, Kapolres Banjar AKBP Ardiyaningsih, S.I.K.,M.Si. didampingi Satgas Penanganan Covid Kota Banjar melakukan tes antigen bagi komunitas PKL Alun-alun sambil menyosialisasikan pentingnya kita mematuhi Protokol kesehatan sesuai dengan anjuran pemerintah, Sabtu malam (23/10/2021).

Kegiatan tes antigen trsebut dilakukan dengan cara acak (random) kepada para pedagang kaki lima yang berjualan di Kawasan Alun-alun Kota Banjar.

“Alasannya karena pedagang memilik risiko tinggi terpapar Covid-19 karena setiap hari mereka berinterikasi dengan banyak orang,” ucap Kapolres di sela-sela kegiatan testing tersebut.

Dikatakannya, kegiatan testing tersebut dilakukan secara periodik dan berkala terhadap komunitas-komunitas atau kelompok masyarakat.

“Sebelumnya personel Polres Banjar telah dilakukan testing, selanjutnya terhadap komunitas, kelompok, maupun para pekerja yang memiliki resiko tinggi terpapar Covid-19, jadi ini kami lakukan untuk pencegahan serta antisipasi penularan dan kasus terkonfirmasi positif,” imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut juga Kapolres juga menyampaikan ucapan terima kasih dan penghargaan kepada seluruh stakeholder, tokoh agama, tokoh masyarakat, beserta elemen-elemen kemasyarakatan.

"Selamat dan sukses untuk seluruh masyarakat Kota Banjar karena atas segala dukungan, kerja sama, dan kerja keras kita semua yang tetap semangat bergandengan tangan dalam mencegah dan menanggulangi Covid melalui prokes 5M, 3T dan vaksinasi, akhirnya kita berhasil turun ke level 1," ucapnya.

Lebih lanjut, Kapolres mengatakan bahwa dengan memasuki level 1 ini bukan akhir dari perjuangan.

"Ini adalah awal kita memasuki kehidupan kenormalan baru, bahwa normal itu prokes 5M, 3T dan vaksin. Aktivitas bisa dilaksanakan tetapi dengan aturan dan batasan sebagaimana prokes. Yang perlu diantisipasi adalah gelombang ketiga covid yang disebabkan oleh kelengahan kita dalam prokes karena berpikir bahwa pandemi telah usai," katanya.

Kepala Dinkes Kota Banjar, dr. Andi Bastian dalam kesempatan tersebut mengatakan hal yang senada. Dia mengimbau walaupun kota Banjar memasuki level 1, pihaknya meminta masyarakat untuk tetap patuhi prokes.

“Dengan kota Banjar memasuki level 1, kita harus tetap patuhi prokes, dan walaupun sudah divaksin tetap prokes,” ucapnya

Dr Andi menjabarkan munculnya klaster keluarga baru dimana 7 warga terkonfirmasi positif Covid-19 dan salah satu diantaranya meninggal dunia.

"Setelah dilakukan tracing, ternyata awalnya menyebar dari salah satu anggota keluarga yang terpapar tapi tidak berobat, tidak lapor dan enggan testing akibatnya menyebar di keluarganya dan salah satu diantaranya yang meninggal dunia adalah lansia yang belum mendapatkan vaksin," bebernya.

Atas kejadian tersebut, pihaknya mengimbau agar masyarakat tidak kendor menerapkan prokes dan melaksanakan 5M, 3T dan vaksinasi sebagai langkah untuk mencegah bahayanya saat terpapar virus Covid-19.

Dalam kegiatan tersebut, Satgas Covid Kota Banjar berhasil melaksanakan tes antigen kepada 73 pedagang dan masyarakat dengan hasil seluruhnya negatif.

Post a Comment

0 Comments