Pelaku EO Masa Pandemi Dituntut Lebih Kreatif


Jambi - Tak ada yang tau kapan pandemi akan berakhir. Roda perekonomian harus terus berputar. Usaha mesti digerakkan dan beradaptasi dengan kondisi baru. Mulai menjalankan rutinitas dengan aturan baru di tengah penyebaran Covid-19.

Berbagai sektor kehidupan terdampak pandemi, khususnya sektor perekonomian. Mau tidak mau, masyarakat harus beradaptasi dengan kondisi pandemi. Pelaku usaha pun harus putar otak, agar usaha bisa kembali berjalan. Direktur JEOrganizer, Dona P mengaku awal pandemi bisnis yang dijalani sempat lesu, karena banyak event luar ruang yang harus ditunda. Agenda event yang sudah disusun pun berantakan. “Pernah awal pandemi, event yang sudah siap dilaksanakan harus dimundur beberapa kali, kemudian batal. Tapi kita optimis setiap tantangan pasti ada peluang. Ini menjadi motivasi untuk kita berpikir kreatif dan mencari solusi yang menginspirasi,” jelas Dona P, Senin (25/10).

Kreativitas bisa lahir dari dorongan kebutuhan dan tantangan. Bagaimana bisa beraktivitas normal dengan kebiasaan baru, dan terhindar dari penularan Covid-19. Jasa Event Organizer (EO) di masa pandemi harus bisa menghadirkan konsep baru. “Peluang ini masih terbuka lebar, karena orang saat ingin menyelenggarakan acara besar atau pun kecil, lebih memilih diserahkan kepada ahlinya, EO. Ini kesempatan bisnis yang harus ditangkap melalui kreativitas,” jelas Dona P.

Bisnis EO yang mampu bertahan, adalah yang tidak hanya menjual jasa penyelanggara acara. Melainkan mampu memberikan ide, dan mengkonsep acara seperti yang diinginkan oleh penyewa jasa EO. “Saat masih lockdown, EO kami tetap berjalan secara virtual. Tapi semenjak kasus Covid-19 menurun dan dibolehkan mengadakan acara, kami bisa mengadakan event luar ruang atau pun di hotel, dengan protokol kesehatan,” akui Dona P.

JEOrganizer sudah berpengalaman menangani berbagai event perusahaan multinasional, kementerian, BUMN, pemerintah daerah, perusahaan lokal, dan perbankan. Di balik keterikatan aturan itu, JEOrganizer selalu berprinsip menyelenggarakan acara tetap menyenangkan dan sukses. “Sampai saat ini berberapa pekerjaan event tetap jalan,” ungkap Dona.

Kreativitas juga diperlukan pada bisnis wedding organizer (WO). Dendi, pengelola WO Cempaka mengaku setelah cukup lama vakum, kini mulai bangkit secara perlahan. Pebisnis WO perlu punya strategi agar bisa meraih sukses walau permintaan akan jasa mereka berkurang akibat pandemi. “Sekarang orang tetap ingin merayakan pesta pernikahan sekala kecil dengan sedikit tamu. Tugas WO mengatur acara ini, menawarkan ide dan konsep agar acara tetap menyenangkan,” jelas Dendi.

Konsep acara yang ditawarkan melakukan penyesuaian di masa pandemi. Mengatur kursi tamu dengan jarak aman minimal 1 meter, menyediakan handsanitizer, masker, sabun dan air cuci tangan, pengukur suhu tubuh, dan makanan yang dikemas dalam kotak. Mesti acaranya dengan tamu terbatas, kata Dendi, WO tetap mengoptimalkan dekorasi pelaminan yang mewah dan terkesan. Sedangkan untuk kerabat yang tidak bisa diundang, dapat menyaksikan pesta pernikahan melalui siaran langsung di zoom.

Sumber : https://indonesiadaily.co.id/pelaku-eo-masa-pandemi-dituntut-lebih-kreatif/

Post a Comment

0 Comments