Pasangan Tunanetra Jualan Sambal Saat Pandemi, Raup Rp 8,9 Juta Seminggu!

Foto: Facebook Yusri Azis


Jakarta - Rezeki akan selalu ada untuk siapapun yang mau berusaha. Seperti pasangan tunanetra ini yang jualan sambal online hingga meraup Rp8,9 juta dalam waktu kurang dari seminggu! Begini ceritanya.

Pandemi Covid-19 membuat banyak orang kehilangan pekerjaan dan penghasilan tetap, terlebih pandemi sudah berlangsung lebih dari satu tahun. Di masa-masa kenormalan baru pun, pemerintah tetap memberlakukan beberapa batasan sehingga aktivitas belum sepenuhnya pulih seperti sedia kala.

Seperti halnya yang terjadi di Malaysia. Pemerintah di sana memberlakukan Movement Control Order (MCO) yang membuat pasangan tunanetra, Yusri Azis dan istrinya yang bernama Nur Jannah Tan Jia Hui kehilangan pekerjaan. Restoran tempat keduanya bekerja tutup sejak dua bulan lalu.

Tapi Yusri dan Nur tidak putus asa. Mereka mendirikan toko online di Shopee bernama Yus Bisnes dengan dibantu rekan dari Universiti Malaya, Fa Phong. Toko ini dibuka pada minggu pertama bulan Juni 2021.

Yusri dan Nur memiliki menu andalan, Sambal Hitam. Mereka juga menjual piring dengan porsi terkontrol hingga sambal bebas gula, dan pemanis stevia. Setelahnya, pasangan tunanetra ini mempromosikan bisnis online mereka di Facebook.

Tak lama berselang, seorang netizen baik hati melihat unggahan Yusri ini dan mempromosikannya kembali di Twitter. Unggahan di Twitter inilah yang jadi viral hingga mendapat lebih dari 11 ribu retweets.

Dalam beberapa jam saja, Yusri juga kebanjiran pesanan produk senilai RM 600 atau sekitar Rp 2 juta. Lalu pada 8 Juni 2021, mereka sudah berhasil menjual 82 botol Sambal Hitam Pahang, 3 piring porsi, 1 botol sambal bebas gula, dan 1 botol pemanis stevia.

Total, Yusri dan Nur menghasilkan RM 2.591.48 atau sekitar Rp 8,9 juta dalam kurun waktu kurang dari seminggu. Dukungan dari netizen Malaysia pun terus mengalir. Banyak yang mempromosikan agar Sambal Hitam lebih laku lagi.

Yusri juga membuat tutorial video mengenai bagaimana pasangan tunanetra ini bisa menggunakan aplikasi Shopee dengan ponsel Android. Keduanya dibantu aplikasi Talkback.

Video ini kemudian dibagikan ulang di grup Facebook berisi para penjual Shopee, Shopee Uni. Zed Li dari Shopee Malaysia mengatakan, "Sangat luar biasa menyaksikan penjual lain melangkah maju dan membimbing Yusri tentang cara meningkatkan penjualannya. Kisah Yusri adalah contoh bagaimana kami membuat e-commerce dapat diakses oleh semua orang."

Dia juga menambahkan bahwa Shopee menyelenggarakan rata-rata 50 kelas online per bulan untuk melatih penjual tentang topik-topik seperti teknik dasar penjualan online, pemasaran, penanganan logistik dan layanan pelanggan online. Tujuannya agar penjual bisa mengoptimalkan penjualan mereka.

Sebelumnya, kisah sukses jualan sambal online juga dirasakan pengusaha Malaysia bernama Khairul Aming. Ia memperkenalkan Sambal Nyet dan setelah 3 bulan berjualan online, total penjualannya mencapai RM 1 juta atau sekitar Rp3,5 miliar!

Satu kemasan sambal racikannya ia jual di harga RM 13 (Rp 46.000). Karena terlalu laris, bahkan ia membatasi setiap orang hanya bisa membeli dua botol sambal miliknya.

Rahasia sukses Khairul ternyata ada pada keinginannya mendengarkan saran dan kritik dari pelanggan. Ia berkali-kali menyesuaikan rasa sambal hingga meningkatkan kepedasannya.

"Dari segi rasa dan kepedasan tentunya saya selalu menerima masukan dari pembeli, agar bisa memperbaikinya. Sekarang semua sambal saya dimasak lebih lama. Saya tambahkan lebih banyak bawang putih agar aromanya sedap. Tingkat kepedasannya juga saya tambahkan agar lebih nampol," tutur Khairul.

Sumber : https://food.detik.com/info-kuliner/d-5598857/pasangan-tunanetra-jualan-sambal-saat-pandemi-raup-rp-89-juta-seminggu?_ga=2.90925978.1481810780.1634615560-1923789556.1606786995

Post a Comment

0 Comments