New Normal di Rumah Ibadah, Lepas Batas Saf Tak Dianjurkan Namun Tak Juga Melarang

SCREENING: Vaksinasi COVID-19 di Masjid Raya Sabilal Muhtadin, beberapa waktu lalu. | Foto: Doc/Radar Banjarmasin

 

BANJARMASIN – Menyusul penurunan status PPKM ke level 2, sejumlah masjid dan musala di Banjarmasin mulai melepas tanda menjaga jarak di saf jemaah.

Ibadah salat berjemaah pun kembali rapat. Seperti keadaan sebelum pandemi COVID-19 melanda.

Mengomentari itu, Wali Kota Banjarmasin, Ibnu Sina menekankan, pemko belum pernah menganjurkan hal tersebut. Sekalipun pengurus masjid sudah dibolehkan membuka kapasitasnya hingga 50-70 persen.

“Sebenarnya kami tidak menganjurkan untuk melepas (tanda menjaga jarak saf) karena memang belum ada arahan,” ungkapnya kemarin (25/10) di Balai Kota.

Alasannya, pemko masih menunggu Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) sebelum mengizinkan hal tersebut.

Apalagi capaian vaksinasi di ibu kota Provinsi Kalsel ini masih di bawah 70 persen. Tapi bukan berarti pemko bisa melarang-larang marbot dan jemaah untuk merapatkan safnya.

“Saya masih menoleransi, selama jemaah sudah divaksin. Tapi kalau jemaah belum divaksin, maka kami khawatir bakal terjadi penularan,” lanjutnya.

Pada akhirnya, Ibnu hanya berpesan agar jemaah tetap menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Jangan melepas masker saat beribadah.

“Kami tidak bisa mencegah jemaah dan pengurus mesjid melepas pembatas shaf. Cuma tetap saja kami meminta agar jemaah menjaga prokesnya," tutupnya.

Senada dengan Kepala Dinas Kesehatan Banjarmasin, Machli Riyadi baru-baru ini.

Ia memaklumi karena umat sudah rindu salat berjemaah dengan saf rapat. Maklum, wabah ini sudah hampir dua tahun dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir.

“Masyarakat kan sudah mengetahui cara menghindari penyebaran covid. Jadi tinggal kesadarannya untuk menerapkan prokes,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19 Banjarmasin tersebut.

Diwartakan sebelumnya, Sekretaris Masjid Al Jihad, Nanang Hairil Muhaidi menyatakan, pelepasan stiker pembatas saf sudah melalui banyak pertimbangan.

Pengurus tempat ibadah di Jalan Cempaka Besar, Banjarmasin Tengah itu melihat, program vaksinasi pemerintah kian masif. Ditambah pelandaian penularan COVID-19 di kota ini.

“Lalu adanya permintaan masyarakat yang ingin merapatkan saf salatnya," kata Nanang. (war/at/fud)

Sumber : https://kalsel.prokal.co/read/news/44640-new-normal-di-rumah-ibadah-lepas-batas-saf-tak-dianjurkan-namun-tak-juga-melarang.html

Post a Comment

0 Comments