Menko PMK Sebut Kebiasaan Protokol Kesehatan Butuh Waktu agar Bisa Dipatuhi

Menko PMK Muhadjir Effendy saat mengunjungi osko penyekatan Jembatan Suramadu dari sisi Surabaya, Jawa Timur, Senin (21/6/2021).(Humas Kemenko PMK)

 

JAKARTA - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Muhadjir Effendy mengatakan, selama pandemi Covid-19 kebiasaan baru seperti protokol kesehatan membutuhkan waktu agar bisa dipatuhi masyarakat.

Meskipun, kata dia, selama pandemi Covid-19 ini berlangsung, sudah banyak perilaku positif masyarakat yang membuat perubahan.

"Dalam suasana prihatin Covid-19, sudah banyak sekali perilaku positif seperti mengubah paradigma. Memang masih ada di lapangan yang tidak disiplin protokol kesehatan, tidak mau taat peraturan, protes, itu perlu waktu (mengubahnya)," ujarnya di acara Dies Natalis ke-40 Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, dikutip dari siaran pers, Selasa (22/6/2021).

Meski demikian, Muhadjir meyakini bahwa pandemi Covid-19 yang terjadi saat ini dapat menjadi momentum untuk mengubah paradigma masyarakat.

Pandemi diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan.

Ini termasuk dalam membentuk karakter jiwa terutama kedisiplinan.

"Pembiasaan-pembiasaan yang dilakukan selama pandemi Covid-19 dapat terbentuk menjadi sebuah karakter. Tapi perubahan paradigma dan pembentukan karakter perlu dilakukan dengan pendekatan yang tepat," kata Muhadjir.

Pendekatan yang dimaksud antara lain melalui pendekatan kesadaran atau pendekatan koersif atau paksaan.

Namun, menurut dia, pendekatan kesadaran akan jauh lebih efektif untuk diterapkan di lingkungan masyarakat.

"Yang bagus itu penyadaran, tapi dua-duanya tentu harus beriringan. Adakalanya pendekatan koersif juga perlu, masyarakat harus ditegasi dulu agar bisa menumbuhkan kesadaran," ucap Muhadjir.

Sumber : https://nasional.kompas.com/read/2021/06/22/13380361/menko-pmk-sebut-kebiasaan-protokol-kesehatan-butuh-waktu-agar-bisa-dipatuhi

Post a Comment

0 Comments