Mau Gelar Konser Musik dan Budaya, Ini Syaratnya


 

Pemerintah Kota Madiun mengizinkan kegiatan seni maupun budaya digelar di masa PPKM Level 2. Seperti halnya kegiatan hiburan non hajatan seperti konser musik, campur sari dan sejenisnya yang mengundang kerumunan banyak orang. Hal itu sebagaimana diatur dalam Instruksi Wali Kota (Inwal) Madiun No.28/2021.

Wali Kota Madiun, Maidi mengatakan, bukan semata-mata dilonggarkan, melainkan masih ada sejumlah pembatasan. Yakni kegiatan seni tersebut tampil menggunakan aplikasi zoom, pengunjungnya dibatasi maksimal 50 persen dengan rapid tes antigen atau bahkan tanpa pengunjung.

Kebijakan itu diterapkan karena Kota Madiun ingin mengejar ke level 1 menuju new normal (kenormalan baru). Tempat kegiatan seni secara virtual diperbolehkan dilaksanakan di 27 kelurahan sedangkan zoom seluruhnya difasilitasi oleh pemkot.

“Menampilkan band umpamanya. Boleh saja grupnya tampil, tapi di zoom. Mereka (pemain musik+vokalis) kita antigen. Penontonnya juga dibatasi dan diantigen semua. Sehingga kegiatan seni semuanya tetap berjalan. Campur sari umpamanya kan bingung dua tahun nggak nyanyi. Sekarang mainkan zoom, virtual kita siapkan. Jadi dia main dengan kelompoknya,” katanya, Senin (11/10/2021).

Selain di fasilitas umum kelurahan, pelaku seni bisa menggelar kegiatan di Ngrowo Bening maupun di Pahlawan Street Center (PSC). Tentunya kegiatan tersebut harus mendapat izin dari Satgas Penanganan Covid-19 setempat. Ia ingin setelah diberikan sedikit kelonggaran, masyarakat lebih disiplin menerapkan protokol kesehatan.

“Saya minta level 1. Semakin kita disipilin prokes maka kebebasan akan mengikuti kita. Kalau kita nggak disiplin, kita akan kejerat lagi,” ujarnya.

Sementara itu Ketua Forum Pekerja Seni Madiun, Cak Unggul menuturkan, secara prinsip dirinya bersyukur mendapat lampu hijau dari wali kota terhadap kegiatan hiburan pada hajatan maupun non hajatan digelar. Meski harus dirapid tes antigen terlebih dulu sebelum manggung. Namun ia meyakini, para pekerja seni akan tetap taat dan komitmen untuk disiplin menerapkan prokes.

“Kalau kita sebagai pekerja seni sebenarnya sangat taat. Karena kita pengen cepat kerja. Jadi kita wajib dan harus taat (prokes), untuk menjaga semuanya biar kondusif dan kita bisa kembali kerja. Itu saja yang kita inginkan,” terangnya.

Seperti diketahui sebanyak 548 pekerja seni di Kota Madiun terdampak pandemi covid-19 yang berkepanjangan. Mereka berasal dari profesi yang beragam. Mulai sinden, MC, niyaga (pengrawit) dan lain sebagainya. Para pelaku seni ini menginginkan segara kembali beraktifitas meski ada sejumlah pembatasan dengan tetap menerapkan disiplin prokes ketat.

Sumber : https://dnaberita.com/2021/10/11/mau-gelar-konser-musik-dan-budaya-ini-syaratnya/

Post a Comment

0 Comments