Industri MICE Jateng Menuju Kenormalan Baru

Pertemuan antara pengurus IHGMA DPD Jawa Tengah dengan Kepala Disporapar Provinsi Jawa Tengah, Kamis (21/10 - 2021). Dalam pertemuan tersebut, disampaikan sejumlah aspirasi dan keluhan yang dialami pelaku industri perhotelan Jawa Tengah. Salah satunya adalah isu sertifikasi CHSE dan aturan penyelenggaraan acara di hotel. - Istimewa

 

SEMARANG - Sinoeng Noegroho Rachmadi, Kepala Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disporapar) Provinsi Jawa Tengah, menjelaskan bahwa pelaku sektor usaha pariwisata dan Meeting, Incentive, Conference, Exhibitions (MICE) perlu melakukan penyesuaian dengan kenormalan baru.

Menurut Sinoeng, penyesuaian itu salah satunya adalah dengan menerapkan protokol kesehatan juga sertifikasi Cleanliness, Health, Safety, dan Environment Sustainability (CHSE). "Sertifikasi CHSE ini telah berjalan dan menjadi bagian dari Standard Operational Procedure (SOP) bagi layanan perhotelan," jelasnya ketika dihubungi Bisnis, Senin (25/10/2021).

Sebelumnya, pelaku bisnis pariwisata dan perhotelan yang tergabung dalam Indonesian Hotel General Manager Association (IHGMA) DPD Jawa Tengah mendatangi Disporapar Provinsi Jawa Tengah untuk menyampaikan sejumlah keluhan dan aspirasi. Salah satunya adalah kebijakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

IHGMA DPD Jawa Tengah mengeluhkan pembatasan kegiatan dan jumlah tamu yang menginap di hotel. Pasalnya, meskipun sudah mengantongi sertifikat CHSE, namun kebijakan PPKM dinilai masih kurang berpihak pada industri perhotelan.

Dalam pertemuan tersebut, IHGMA DPD Jawa Tengah juga meminta Disporapar Provinsi Jawa Tengah untuk melakukan sejumlah pelonggaran PPKM. Harapannya, dengan pelonggaran tersebut, kegiatan masyarakat di hotel bisa kembali menggeliat.

"Tentunya saat ini sudah ada kelonggaran dibandingkan PPKM waktu sebelumnya. Wilayah di Jawa Tengah sekarang sudah banyak yang turun level. Namun teman-teman di IHGMA Jawa Tengah sudah sepakat dengan kami untuk tetap mengedepankan langkah-langkah yang prudently dengan memberikan pelayanan yang terbaik, aman, nyaman, dan sehat kepada para pengunjung hotel," jelas Sinoeng.

Terkait penyelenggaraan MICE, Sinoeng menjelaskan bahwa meskipun saat ini telah dilakukan berbagai pelonggaran PPKM namun pelaku usaha mesti perlu berhati-hati. Salah satunya adalah dengan tetap melakukan pembatasan kapasitas pengunjung serta durasi pelaksanaan acara MICE.

"Maka kami sarankan untuk kegiatan MICE akan lebih baik dilakukan secara open space atau di ruang terbuka, luar ruangan. Supaya lebih manageable dan memudahkan pemantauan," jelas Sinoeng.

Sinoeng juga berharap agar pelonggaran PPKM di Jawa Tengah dapat memberikan dampak positif bagi sektor pariwisata dan MICE di Jawa Tengah. "Prinsipnya, tetap hindari kerumunan, menjaga jarak, memakai masker dan desinfektanisasi. Agar kondisi yang cenderung membaik ini akan terus baik. Harapannya, kegiatan pariwisata dan MICE ini sedikit demi sedikit bisa bangkit, mampu bertahan," pungkasnya.

Sumber : https://semarang.bisnis.com/read/20211025/535/1457815/industri-mice-jateng-menuju-kenormalan-baru

Post a Comment

0 Comments