Gerakan BerkAH Dorong Anak Muda Klaten Berkreasi


 

KLATEN— Untuk semakin mendorong peran anak muda dalam pemulihan ekonomi masyarakat, sejumlah elemen masyarakat yang tergabung dalam Gerakan BerkAH menggelar dialog publik bersama pakar di Klaten, Jawa Tengah.

Pegiat Ekonomi Kreatif yang juga kiai muda dari Klaten, Jawa Tengah, Muhammad Efendi mengapresiasi isu yang dibawa Gerakan BerkAH yakni ekonomi kreatif yang menjadi peluang bagi anak muda Indonesia di tengah masifnya perkembangan teknologi.

“Di era digital ini anak muda harus berani berinovasi dan berkreasi, memanfaatkan keunggulan dan sumber daya yang ada sehingga bisa menciptakan lapangan kerja baru dan menggerakan perekonomian, ini akan menjadi berkah bersama,” ujarnya Rabu (20/10). .

Pengasuh Pondok Pesantren Ageng Selo Klaten ini juga menyebutkan salah satu entitas ekonomi kreatif dan UMKM terbesar tentunya adalah pesantren. Potensi pesantren beradaptasi dengan era New Normal dan ekonomi digital sangat tinggi. Dia menceritakan komunitas santrinya yang memiliki skill IT dan desain grafis. Mereka berani memulai buka usaha jual bibit tanaman di masa pandemi bernama ‘Bibit Sewu’ dengan mengajak ibu rumah tangga dan pemuda yang terkena PHK. Dia memanfatkan platform digital dalam pemasarannya dan kini omzetnya mencapai ratusan juta rupiah.

Sementara itu, Anggota DPRD Kabupaten Klaten Fraksi Golkar Hapsoro yang juga hadir sebagai narasumber mengungkapkan adanya pergeseran komunitas ekonomi kreatif anak-anak muda ke Klaten. Meski dikepung dua kota besar, Yogyakarta dan Solo, namun Klaten kini juga mulai dilirik oleh banyak startup anak-anak muda kreatif sebagai basis.

“Sebagai kota tengah di antara Yogya, Solo dan Semarang, Klaten punya daya tarik yang tinggi. Bisa menjadi hub antara kota-kota kreatif utama di Jawa Tengah, Pulau Jawa secara keseluruhan. Kita juga bersyukur jumlah anak muda kreatif dan komunitas-komunitasnya tumbuh semakin besar dan membawa banyak inovasi pembangunan sosial di Klaten,” ujar mantan kepala desa ini.

Hapsoro yang mengelola sejumlah sektor UMKM kreatif berbasis desa ini menyatakan sosok Airlangga Hartarto sebagai Menko Perekonomian dan juga Ketua KPCPEN telah menunjukkan keberpihakan pada ekonomi rakyat melalui berbagai kebijakan khususnya di masa pandemi.

Juru Bicara Gerakan BerkAH, Rega Aditya, mengatakan pihaknya mengapresiasi Airlangga. Hal ini karena melihat fokus beliau dalam bekerja menjalankan amanah presiden dan negara. Khususnya dalam hal pemulihan ekonomi dan penanganan Covid-19.

“Orangnya nasionalis, mau mendengar aspirasi, tenang dan rendah hati, tapi juga cerdas dan solutif. Melalui gerakan ini kami ingin mengajak seluruh perwakilan masyarakat di berbagai kota untuk berdialog dan memberi masukan kepada Pak Airlangga, khususnya anak muda. Pandemi ini kuncinya adalah kebersamaan, optimisme, aksi, dan inovasi,” kata dia.

Menurut Rega, kebersamaan melalui komunikasi yang baik antara pemerintah dan masyarakat adalah keharusan. Tujuannya adalah agar pandemi dan berbagai dampaknya bisa diatasi secara lebih baik.

“Kegiatan tahap awal akan kami lakukan di 17 kota, selanjutnya platform dialog publik ini akan meluas dan usulan-usulan elemen masyarakat dalam FGD akan kami jadi pedoman aktivitas bersama pada tahap berikutnya. Kami dari Gerakan BerkAH Nasional sangat senang respons teman-teman berbagai elemen di daerah menyambut gerakan ini dengan antusias, alhamdulillah,” ungkapnya.

Rega menegaskan bahwa Gerakan BerkAH merangkul seluruh elemen masyarakat. Lintas partai politik, lintas ormas, lintas profesi dan tua-muda, meski dalam proses kegiatannya komunitas kreatif anak muda diberikan atensi lebih besar dalam ruang aktivitas dan aspirasinya.

Acara ini diikuti generasi muda dari berbagai latar belakang mulai dari mahasiswa, santri, komunitas kreatif, pengusaha, seniman, aktivis, ormas hingga PKL. Gerakan BerkAH adalah komunitas masyarakat sipil yang juga kepanjangan dari Gerakan Berkreasi Bersama Airlangga Hartarto.

Sumber : https://www.republika.co.id/berita/r1d2un320/gerakan-berkah-dorong-anak-muda-klaten-berkreasi

Post a Comment

0 Comments