BI Beberkan 3 Strategi Adaptasi Kenormalan Baru bagi Pariwisata Ramah Muslim

Ilustrasi. FOTO: Dok MI/PANCA SYURKANI

 

Jakarta: Deputi Gubernur Bank Indonesia (BI) Rosmaya Hadi menyampaikan optimismenya terhadap pengembangan industri pariwisata yang terdampak pandemi covid-19. Hal tersebut ditegaskan Rosmaya dalam rangkaian puncak acara Indonesia Sharia Economic Festival (ISEF) 2021.

"Untuk itu, setidaknya terdapat tiga strategi adaptasi kenormalan baru bagi pariwisata ramah muslim," ujar Rosmaya dalam acara konferensi Internasional virtual tentang Pariwisata Halal, dikutip dari siaran persnya, Rabu, 27 Oktober 2021.

Pertama, bebernya, membangun infrastruktur yang mendukung kegiatan pascapandemi, khususnya yang terkait peran teknologi digital yang semakin penting dalam mendukung pariwisata. Kedua, beralih ke model pariwisata berkelanjutan yang menyeimbangkan pembangunan ekonomi dan pemeliharaan lingkungan dengan melibatkan komunitas lokal.

"Ketiga, penguatan ekosistem pariwisata ramah muslim, yang mencakup hotel, transportasi, makanan, paket wisata, dan keuangan, untuk memenuhi kebutuhan wisatawan muslim yang trennya meningkat," papar Rosmaya.

Di sisi lain, Deputi Gubernur Senior BI Destry Damayanti menilai upaya terobosan dalam pengembangan suku bunga acuan bebas risiko yang sesuai prinsip syariah merupakan tonggak penting dalam memperkuat daya saing industri keuangan syariah dalam menghadapi dampak penghentian London Interbank Offered Rate (LIBOR) mulai akhir 2021.

"Pengembangan standardisasi dalam pasar keuangan syariah akan memperkuat pengelolaan likuiditas sehingga dapat meningkatkan arus investasi yang akan mendukung pertumbuhan ekonomi riil," jelasnya.

Adapun puncak acara ISEF 2021 akan berlangsung selama enam hari hingga 30 Oktober 2021. Rangkaian acara diselenggarakan secara hybrid, kerja sama antara Bank Indonesia dan Komite Nasional Ekonomi Keuangan Syariah (KNEKS) dan sejumlah mitra strategis di bidang ekonomi keuangan syariah.

Sumber : https://www.medcom.id/ekonomi/keuangan/aNr98O1K-bi-beberkan-3-strategi-adaptasi-kenormalan-baru-bagi-pariwisata-ramah-muslim

Post a Comment

0 Comments