Adaptasi New Normal, Hotel Sahid Jaya Andalkan Pelayanan Robot

Ilustrasi Hotel.

 

PT Hotel Sahid Jaya International Tbk (HSJI) merenovasi Puri Agung Grand Ballroom di Grand Sahid Jaya Jakarta dan menerapkan teknologi robot untuk melayani tamu. Upaya tersebut dilakukan Hotel Sahid Jaya untuk beradaptasi di era normal baru (new normal) pasca-pandemi Covid-19.

Ballroom yang memiliki luas 1.600 meter persegi dengan kapasitas tamu hingga 3.000 orang itu menerapkan desain modular. Hotel Sahid Jaya juga mengedepankan inovasi teknologi dengan mengandalkan Automated Robotic Food Servers. Robot dapat melayani tamu seperti dalam menyediakan makanan dan minuman.

Direktur Utama PT HSJI Hariyadi B Sukamdani mengatakan perusahaan mengandalkan teknologi robot agar dapat terus menjalankan protokol kesehatan yang baik dan ketat. Robot juga dapat memberi rasa aman dalam menjaga jarak secara fisik, meningkatkan kebersihan bagi para tamu, serta mengurangi potensi makanan berlebih (food waste).

"Kami harap para tamu dapat kembali merasa nyaman dan aman pada saat mendatangi acara pernikahan berskala besar, seperti sebelum pandemi, tapi dengan tetap menjalankan protokol kesehatan yang ketat," katanya dalam siaran pers, kemarin (5/10).

Puri Agung Grand Ballroom juga mengandalkan penggunaan energi ramah lingkungan. Perusahaan beralih menggunakan sumber pencahayaan LED yang lebih hemat energi dan mengganti sistem pendinginan sebelumnya.

"Ini merupakan komitmen kami untuk terus membuka jalan menuju hotel dengan net zero carbon," kata Hariyadi.

Presiden Komisaris PT HSJI SB Wiryanti Sukamdani mengatakan sejumlah upaya tersebut dilakukan agar perusahaan bisa beradaptasi di era new normal. "Ini untuk menjawab permintaan pasar atas fasilitas new normal bermuara kepada kebersihan, keamanan, and efisiensi energi," katanya.

Diketahui, hotel menjadi salah satu sektor yang paling terdampak pamdemi Covid-19. Menurut PricewaterhouseCoopers (PwC), setidaknya terdapat sembilan sektor yang paling terpukul akibat pandemi Covid-19. Industri perhotelan dan hiburan menjadi sektor yang paling terdampak, yakni mencapai 86%.

Tingkat okupansi hotel pun sempat anjlok pada awal pandemi. Namun, seiring penerapan protokol kesehatan, okupansi kian membaik. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat tingkat penghunian kamar (TPK) atau okupansi hotel berbintang pada Desember 2020 sebesar 40,79%. Namun, angka tersebut turun 18.60% dibandingkan pada Desember 2019 yang sebesar 59,39%.

Sumber : https://katadata.co.id/lavinda/digital/615d03e0972d2/adaptasi-new-normal-hotel-sahid-jaya-andalkan-pelayanan-robot

Post a Comment

0 Comments