Wali Kota Malang Pastikan Tidak Ada Joki Tes CPNS 2021

 


Malang - Wali Kota Malang, Sutiaji, memastikan tidak ada calo dan joki pada tes Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) 2021 di Kota Malang, Jawa Timur. Sutiaji mengatakan proses verifikasi peserta tes diklaim dilakukan secara ketat.

"Insyaallah susah sekarang joki. Makanya antisipasi joki tadi melalui verifikasi," kata Sutiaji saat meninjau pelaksanaan tes SKD CPNS di Gedung Islamic Center, Kota Malang, Senin, 6 September 2021.

Sutiaji menjelaskan tes CPNS 2021 dilengkapi dengan teknologi face recognition. Penggunaan teknologi ini untuk melihat wajah dari peserta ujian.

"Kalau mulai pertama dia fotonya yang dipakai joki mungkin bisa. Kalau foto pertama bukan joki ya gak bisa karena ada verifikatornya," jelasnya.

Selain face recognition, panitia tes CPNS 2021 juga bakal melihat KTP yang dibawa oleh peserta. Sebab KTP merupakan salah satu persyaratan yang perlu dibawa peserta ke lokasi tes ujian.

"Kemudian ada verifikasi KTP di scan, kartunya di scan, orangnya dilihat. Jadi ada tiga lapis verifikasi," ungkapnya.

Pelaksanaan tes SKD CPNS Kota Malang ini dilaksanakan selama lima hari, pada 6-10 September 2021. Tes SKD ini diselenggarakan oleh Badan Kepegawaian Negara (BKN) dengan berbasis sitem Computer Assisted Test (CAT).

Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Malang, Totok Kasianto, mengatakan pelaksanaan tes SKD ini akan dibagi dalam tiga sesi di setiap harinya.

"Ini satu hari dilaksanakan tiga sesi. Satu sesi 350 peserta. Khusus calon PNS. Ini yang ikut calon PNS murni, non PPPK guru dan tenaga kesehatan. Yang ikut di sini 4.249 peserta," ujarnya.

Pelaksanaan tes seleksi CPNS di Kota Malang sempat mengalami kendala teknis. Dilaporkan terdapat jaringan yang sempat down sebelum tes dimulai. Akibatnya, para peserta yang dijadwalkan untuk mengikuti tes sesi pertama pada pukul 08.00-09.40 WIB harus menunggu kurang lebih 20 menit sebelum masuk ke ruang tes.

"Trouble-nya itu di PIN. Jadi ini kan nggak boleh masuk, saya suruh nahan. Karena PIN itu connecting," kata Sutiaji.

"Kan ada dua sisi, di sana (pemerintah pusat), bisa jadi atau di sini (pemerintah daerah). Kalau di sini kan jaringannya kuat. Saya pastikan jaringan disini no problem. Jadi di tingkat pusat, setelah itu sudah connect tidak ada masalah," imbuhnya.

Sutiaji mengaku telah menghitung estimasi waktu yang dibutuhkan untuk verifikasi PIN peserta tes. Dia menyebutkan, butuh waktu sekitar satu jam untuk proses verifikasi pin per sesi ujian.

"Mungkin ada pergeseran tapi jangan sampai mengurangi jatahnya teman-teman lain yang tes. Waktu ujian dari pukul 08.00-09.40 kan 100 menit," bebernya.

Sutiaji meminta kejadian seperti ini tidak terulang di hari kedua nanti dan seterusnya. Dia pun menegaskan tidak akan memotong hak peserta dalam menjalani ujian akibat kendala ini.

"Karena ini bukan kendala anak-anak. Lain lagi ketika yang tes keterlambatan dia. Tapi kalau sistem yang kita bangun maka saya minta dipastikan bahwa jangan smpai haknya yang ikut tes terkurangi. Saya minta dipastikan bahwa jangan sampai haknya peserta tes terkurangi. Sehingga nanti tetap 100 menit," tegasnya.

Sumber : https://www.medcom.id/nasional/daerah/1bVAgvQN-wali-kota-malang-pastikan-tidak-ada-joki-tes-cpns-2021?p=2

Post a Comment

0 Comments