ICT for Climate Change: Kantor Hemat Energi

 Dalam kegiatan bisnis kita, berapa banyak komputer atau laptop anda gunakan ? Salah satu poin penting dalam mendukung pencegahan perubahan iklim adalah penggunaan energi listrik. Seperti dalam bahasan kita sebelumnya, sebagian besar listrik Indonesia dihasilkan dari PLTB, PLTD dan PLTA. Yang di pulau-pulau malah sangat bergantung kepada PLTD, alias diesel, alias bahan dari fosil, yang sumbangsih karbon nya sangat besar kepada bumi kita.

Maka penggunaan energi listrik untuk kegiatan bisnis kita harus mulai beralih. Sebagian besar perusahaan telah menggunakan laptop dibandingkan komputer desktop. Penggunaan desktop minimal memakan daya 100-250 watt, dan ini karena CPU dan Monitor. Bila monitor masih menggunakan model dulu (tabung), lebih besar lagi dayanya. Tapi saya yakin sekarang sebagian besar saat ini telah menggunakan TV monitor LCD, sehingga pastinya lebih hemat. 

Maka penggunaan laptop sekarang semakin marak di dunia bisnis. Apa lagi yang bisa kita lakukan untuk menghemat di lingkungan kantor kita ?

Pertama, gunakan dan ganti semua lampu bohlam dengan lampu LED. Penggunaan energi listrik terbesar ada di lampu penerangan dan pendingin ruangan. Dengan mengganti semua lampu LED, maka penghematan energi listrik dari lampu bisa tercapai. 

Apabila di kantor kita masih menggunakan lampu TL, segera ganti dengan lampu LED yang bentuknya panjang. Sehingga daya terang masih tetap bisa tercapai. Pastikan juga mematikan lampu bila tidak digunakan. Maka tidak heran ada kantor yang menggunakan smart lighting, mematikan dan menyalakan otomatis. Bila tidak ada orang, lampu akan berkurang dan mati dengan sendirinya.

Kedua, gunakan pendingin ruangan hemat energi. Harga AC dengan teknologi inverter memang lebih mahal, hingga 30%, tapi penghematan energinya bisa tercapai. Demikian juga pada saat menggunakannya, tidak harus mengatur suhunya di 16-17 derajat, tapi cukup di suhu sejuk (bukan dingin), yaitu 20-21 derajat. 

Apabila kurang dingin, maka faktornya beda, kemungkinan karena ukuran ruangan yang lebih luas, atau juga karena ruangan terbuka , bukan tertutup. Pastikan bila menggunakan pendingin ruangan, ruangan dalam kondisi tertutup. Bila ruangan terbuka dan luas, mungkin lebih baik gunakan kipas angin untuk membuat sirkulasi udara terjadi. 

Kantor juga bisa menggunakan smart controller untuk mematikan dan menyalakan AC, dari smartphone. Jadi sebelum masuk kantor, bisa saja dinyalakan dulu dengan suhu 20 derajat, jadi pas sampai di ruangan sudah sejuk (bukan dingin).

Ketiga, gunakan exhaust. Untuk apa exhaust ? mengatur udara masuk dan keluar. Salah satu faktor kesehatan jaman pandemi ini adalah adanya pertukaran udara yang sehat. Jadi exhaust (kipas angin sedot) bisa digunakan untuk mengatur ini. Baik udara masuk ataupun keluar. Sesuaikan dengan kondisi ruangan. 

Cara terbaik adalah pada saat istrirahat siang, semua pendingin ruangan dimatikan, karena orang semua keluar ruangan, maka exhaust bisa dinyalakan untuk menyedot udara keluar ruangan. Kantor juga bisa menggunakan smart controller, dengan mematikan dan menyalakan exhaust di jam tertentu saja, secara otomatis.

Keempat, gunakan laptop. Seperti pembahasan di awal, laptop jelas lebih hemat energi. Untuk menghemat perkabelan, bisa gunakan akses wireless saja. Gunakan wireless yang bisa menampung banyak koneksi bila kantor anda banyak orang. Dengan demikian tidak ada kerumitan untuk mengatur orang, karena dengan mudah bisa digeser ke lokasi lain, karena semua menggunakan laptop. 

Bagi kantor yang masih menggunakan desktop, gunakan CPU yang hemat energi, misal miniPC. Ukuran yang kecil juga memudahkan penempatan dan mounting di belakang layar LCD yang ada. Pastikan rata-rata penggunaan energi untuk komputer ini hanya 25-75 watt per orang. 

Kelima, hemat air. Dalam kantor, umumnya ada toilet, dan pastinya ada sumber air. Air bisa dihemat dengan ditampung lebih dahulul di dalam tampungan (torent), bila sudah penuh, maka otomatis mati pompanya. Penggunaan air bisa dihemat bila semua orang menyadari bahwa air bersih itu susah didapat, apalagi di kota besar seperti Jakarta. Gunakan juga smart controller untuk mengatur fungsi pompa air yang ada.

Itulah semua upaya yang bisa kita lakukan untuk menghemat energi di lingkungan kantor dan usaha kita. Gunakan berbagai teknologi seperti smart controller untuk mengatur, memonitor semua fungsi kontrol energi. Silahkan memulai ya..

Post a Comment

0 Comments