BKN Intai Calo CPNS dengan Aplikasi Face Recognition, Ini Sanksinya Bagi yang Melanggar



DENPASAR - 
Kepala Kantor Regional X BKN Paulus Dwi Laksono Harjono mengingatkan peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Pemprov Bali mengikuti seluruh aturan pada setiap tahapan seleksi.

Paulus Dwi Laksono meminta para peserta jangan sekali-kali mencoba berbuat curang, seperti penggunaan joki atau calo.

Pasalnya, untuk mengantisipasi kecurangan yang dilakukan peserta, pada pelaksanaan tes CPNS kali ini, BKN menggunakan aplikasi face recognition.

Dengan penambahan aplikasi ini, pada tahapan skrining ketika akan masuk ruang ujian, peserta wajib membuktikan keabsahan diri melalui scan wajah.

"Kalau wajahnya beda, otomatis ditolak oleh sistem," ujar Kepala Kantor Regional X BKN Paulus Dwi Laksono Harjono.

Paulus Dwi Laksono Harjono mengatakan, jika sampai ada yang terbukti memanfaatkan joki, BKN akan memberi sanksi keras berupa 'black list'.

Sanksi yang dijatuhkan berlaku seumur hidup, tidak bisa lagi mendaftar dan mengikuti seleksi CPNS.

"Seumur hidup yang bersangkutan tak akan bisa lagi mengikuti seleksi CPNS, karena basis pendaftaran adalah NIK," kata Paulus lagi.

Dia juga menyampaikan bahwa pengumuman hasil seleksi bisa diakses para peserta melalui website.

Pengumuman hasil seleksi bisa dipantau dari rumah

Hal ini untuk mencegah kerumunan di masa pandemi.

“Nanti setelah selesai menjawab, adik-adik catat nilai yang diperoleh untuk memantau perkembangan hasil tes di website," bebernya.

Formasi CPNS untuk Bali pada seleksi tahun ini total mencapai 1.035, yang diperebutkan oleh 24.403 pelamar.

Pelaksanaan SKD didukung oleh 200 komputer dan dalam sehari dilaksanakan tiga gelombang tes, sehingga dalam sehari, tes bisa diikuti oleh 600 peserta.

Mengingat banyaknya jumlah peserta, panitia telah menyusun jadwal pelaksanaan SKD.

Untuk pelamar CPNS Pemprov Bali, SKD dilaksanakan dari 6 hingga 10 September 2021.

Dilanjutkan dengan pelamar CPNS Kabupaten Buleleng pada 11 – 16 September dan Jembrana pada 17-18 September 2021.

Sedangkan SKD Kabupaten Klungkung digelar tanggal 20-28 September 2021, Karangasem (29 September-2 Oktober), Bangli (3-4 Oktober), Tabanan (6-12 Oktober), dan Denpasar (14-25 Oktober). (antara/lia/JPNN)

Sumber : https://bali.jpnn.com/bali-jani/5242/bkn-intai-calo-cpns-dengan-aplikasi-face-recognition-ini-sanksinya-yang-melanggar?page=2

Post a Comment

0 Comments