Banyak Mutasi Covid, Masker & Vaksinasi Jadi Pelindung Utama

 

Ilustrasi. Pemerintah menyebut, disiplin memakai masker dan mengikuti program vaksinasi Covid-19 menjadi bagian dari upaya hidup sehat dan proteksi diri di tengah pandemi. (Foto: CNNIndonesia/Adi Maulana Ibrahim)


Jakarta -- Pemerintah kembali mengingatkan bahwa disiplin memakai masker dan mengikuti program vaksinasi Covid-19 merupakan bagian dari upaya hidup sehat dan proteksi diri di tengah pandemi.

Saat ini, penerapan level Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) secara nasional berada di tingkat asesmen situasi level 2. Pemerintah telah membuka aktivitas masyarakat secara bertahap, dengan tetap meminimalkan penularan Covid-19. Pasalnya, perkembangan virus yang dinamis selalu menuntut kewaspadaan, termasuk munculnya ancaman varian baru.

Juru Bicara Pemerintah untuk Penanganan Covid-19 dan Duta Adaptasi Kebiasaan Baru, Reisa Broto Asmoro menyatakan, ada 3 hal yang bisa jadi pelajaran dari wilayah level 2 yang masih konsisten menjaga pengendalian pandemi.

Hal pertama, adalah mengenakan masker dan menggiatkan protokol kesehatan (prokes). Selain mencegah paparan droplet, dengan memperhatikan tingkat filtrasi dan efektivitas, masker juga menjadi alat perlindungan dari polusi.

Kedua, vaksinasi. Tak hanya untuk lansia dan penyandang disabilitas, vaksinasi tenaga pendidik sebagai pendukung pembelajaran tatap muka (PTM) yang mulai digelar kembali juga harus dipercepat.

"Dua langkah mudah ini, bapak ibu sekalian. Pakai masker dan segera divaksin," kata Reisa dalam siaran pers dari Media Center KPCPEN pada Rabu (8/9).

Terakhir, adalah membatasi dan menyeleksi mobilitas menggunakan aplikasi PeduliLindungi untuk masuk ke fasilitas umum. Aplikasi ini disebut berhasil menyeleksi ratusan ribu orang yang seharusnya beristirahat di rumah, dan sebaiknya tidak melakukan aktivitas di ruang publik.

Reisa mengatakan, dengan aplikasi sebagai alat bantu deteksi, perlindungan kesehatan masyarakat diharapkan semakin optimal.

Pada kesempatan yang sama, Juru Bicara Vaksinasi Covid-19 Kementerian Kesehatan Siti Nadia Tarmizi menjelaskan, per 7 September 2021 sebanyak lebih dari 100 juta dosis vaksin diterima masyarakat sejak 13 Januari lalu.

"Sekitar 70 juta untuk dosis pertama, atau mencakup 36,2 persen dari populasi target," ujar Nadia.

Dia kemudian mendorong agar masyarakat tak menunda atau menolak vaksinasi Covid-19, apapun jenis vaksin yang tersedia di masing-masing wilayah. Nadia menegaskan, vaksinasi Covid-19 adalah hak warga Indonesia yang diberikan secara gratis.

Selain itu, pemerintah juga tetap memberi perhatian khusus bagi kelompok rentan seperti penduduk lanjut usia, yang saat ini mencakup sekitar 28,2 persen untuk dosis pertama, dan 18,1 persen untuk dosis kedua. Pemerintah daerah diharapkan aktif menyusun strategi untuk menjangkau kelompok ini, karena keunikan dan permasalahan berbeda di setiap daerah.

Sementara menyikapi kemunculan varian-varian baru virus corona dengan kemampuan penularan lebih tinggi, Nadia mengatakan bahwa pihaknya terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan genom sequencing terhadap kasus baru yang masuk Indonesia, atau yang melalui penularan lokal. Dari sekitar 5.835 hasil sequencing yang dilaporkan, sebanyak 2300 merupakan varian Delta di 34 provinsi di Indonesia.

"Kemenkes melakukan pemantauan terhadap semua varian yang muncul, apakah itu variant of concern maupun variant of interest seperti Eta, Iota, Kappa, Lambda dan sebagainya, juga varian lokal yang muncul di Indonesia," ujar Nadia.

Untuk varian Mu yang telah menyebar di 46 negara, selain memantau Kemenkes juga meningkatkan koordinasi dengan petugas di berbagai pintu masuk Indonesia, serta menyusun kebijakan sebagai antisipasi potensi masuknya varian tersebut. Misalnya, melalui pengetatan kebijakan karantina internasional serta persyaratan vaksin, dan terus berkonsultasi dengan Badan Kesehatan Dunia (WHO).

Baik Reisa maupun Nadia mengingatkan, gelombang serangan varian baru sangat mungkin terjadi, terutama bila masyarakat lengah.

"Masker adalah langkah pencegahan agar virus, varian apapun, tidak dapat masuk ke dalam tubuh kita. Sedangkan vaksinasi, menjadi perlindungan supaya terhindar dari terjadinya kasus berat yang memerlukan perawatan rumah sakit," kata Reisa.

Post a Comment

0 Comments