AKRA Optimistis Profit Bakal Terus Tumbuh, Ini Alasannya

Foto: PT. AKR Corporindo Tbk (CNBC Indonesia/Tri Susilo)


Jakarta - PT AKR Corporindo Tbk (AKRA) optimistis akan terus membukukan laba yang positif di tengah pandemi Covid-19. Presiden Direktur AKRA Haryanto Adikoesoemo mengaku pihaknya terus menyiapkan diri untuk menghadapi "new normal". 

Dia mengatakan, untuk menghadapi new normal yang paling penting adalah menjaga keamanan dan kesehatan dari para pekerja. Vaksinasi sudah dilakukan hampir 100% ke karyawan AKR.

"Kami juga upgrade platform IT kami, sehingga meskipun ada destruksi, kami bisa operasi dan melayani pelanggan kami. Dalam waktu dekat akan roll out (menyediakan) platform IT, semua sale bisa dilakukan di rumah," paparnya dalam acara Public Expose Live 2021, Rabu (08/09/2021).

Haryanto mengatakan, AKR juga melakukan pengelolaan modal kerja yang baik, sehingga EBITDA dan arus kas bisa efisien. Tahun ini sebesar 71% dari total pendapatannya berasal dari distribusi bahan bakar minyak (BBM), 19% dari penjualan kimia dasar, 4% dari kawasan industri JIIPE, kemudian logistik dan lainnya sebesar 6%.

"Pendapatan kami enam bulan pertama mencapai Rp 10,7 triliun," ungkapnya.

Pertumbuhan penjualan BBM menurutnya didukung oleh perkembangan industri pertambangan, perkebunan, dan ekspansi ke segmen ritel. Dia mengatakan, pertumbuhan penjualan BBM ini khususnya dari industri batu bara, nikel, emas, tembaga, dan smelter.

"Perdagangan dari segmen BBM pangsa pasar di sekitar mining 49% dari penjualan BBM kami, 38% (general market) termasuk juga perkebunan dan untuk pembangkit 5%, retail AKR pompa bensin AKR sendiri atau joint venture dengan BP sumbang 8% dari penjualan kami," paparnya.

Selanjutnya segmen kimia dasar, menurutnya pertumbuhan kimia dasar didukung oleh aktivitas ekonomi yang lebih baik. Peningkatan permintaan di sektor rayon dan smelter.

"Untuk kimia dasar 36%, rayon dan smelter 14%," lanjutnya.

Lebih lanjut dia mengatakan, dengan semakin banyaknya smelter yang beroperasi, baik tembaga, alumina, nikel, dan bauksit, maka pihaknya yakin pemakaian bahan-bahan kimia akan meningkat karena semua smelter butuh bahan kimia.

"Tahun ini peningkatan pendapatan dari JIIPE mendapatkan penjualan total Rp 442 miliar pada enam bulan pertama dari pendapatan sewa lahan dari smelter Freeport dan penjualan lahan utilitas pada tenant kami. Dengan hasilkan Rp 442 miliar, kami percaya ke depan peningkatan kontribusi dari JIIPE akan semakin signifikan," paparnya optimistis.

Seperti diketahui, pada semester I 2021 AKRA membukukan laba bersih sebesar Rp 550 miliar, naik 28% dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 432 miliar. Sementara EBITDA pada paruh pertama 2021 mencapai Rp 946 miliar, naik 18% dari semester I 2020 yang tercatat sebesar Rp 805 miliar. Adapun pendapatan pada semester I 2021 tercatat sebesar Rp 10,71 triliun.

Post a Comment

0 Comments