Tingkatkan Daya Saing, BI dan Pemkot Denpasar Dorong Transformasi UMKM


 

DENPASAR, BALI EXPRESS - Pandemi ini telah memengaruhi seluruh sektor yang ada di Kota Denpasar, tak terkecuali sektor ekonomi. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Bali tahun 2021 menunjukkan, jumlah penduduk Kota Denpasar yang mengakses internet yaitu sebesar 81,55 persen. Yang mana, penggunanya menghabiskan 7-8 jam untuk mengakses media sosial.

Oleh karena itu, Walikota Denpasar, I Gusti Ngurah Jaya Negara berharap, pelaku usaha sektor ekonomi khususnya Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dapat memanfaatan internet dan teknologi digital untuk meningkatan daya saing. “Dalam kondisi ini, pelaku UMKM harus dapat memanfaatkan kecanggihan internet dan teknologi digital agar bisa berdaya saing,” katanya pada Webinar Transformasi Digital UMKM Denpasar yang diselenggarakan bekerja sama dengan Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Minggu (29/8).

Kegiatan ini dilaksanakan untuk mendukung Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (GBBI) 2021 di Kota Denpasar. Acara dihadiri oleh Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Kepala Perwakilan Wilayah Bank Indonesia Provinsi Bali, Walikota Denpasar, Wakil Walikota Denpasar, Kepala Dinas Koperasi UMKM Provinsi Bali, Kepala Dinas Komunikasi dan Informartika Kota Denpasar, serta perwakilan Indonesia E-Commerce Association (idEA).

Deputi Bidang Koordinasi Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Oddo R.M Manuhutu menambahkan bahwa infrastruktur dan modal untuk melakukan transformasi digital di Kota Denpasar sudah tersedia. Oddo mendorong Pemerintah Daerah untuk membuat kebijakan-kebijakan yang meningkatan produktivitas UMKM yang berada di Kota Denpasar. “Harapannya, produk-produk impor yang banyak dibeli oleh masyarakat Indonesia agar dapat disubtitusi dengan produk yang dihasilkan oleh UMKM lokal,” katanya.

Pada kesempatan yang sama, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Trisno Nugroho menjelaskan, hasil survei yang dilakukan kantor pusat Bank Indonesia menunjukan UMKM yang menerapkan strategi penjualan secara digital memiliki resiliensi atau ketahanan yang lebih baik dan mengalami peningkatan penjualan pada kondisi pandemi saat ini. Pemanfaatan teknologi untuk pemasaran dan penjualan secara digital merupakan syarat mutlak agar UMKM dapat bertahan dan berkembang saat ini.

“Bank Indonesia akan secara kontinu melakukan peningkatan kapasitas UMKM untuk memperluas akses pemasaran melalui berbagai saluran pemasaran digital. Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan edukasi dan meningkatkan pemahaman, serta keahlian UMKM dalam melakukan pemasaran online dan digitalisasi untuk pengembangan usaha,” katanya.

Lebih lanjut para peserta UMKM diharapkan dapat segera bergabung dengan marketplace dan Penyelenggara Jasa Sistem Pembayaran (PJSP) yang terlibat. Serta menerapkan pembayaran secara digital menggunakan QR Code Indonesian Standard (QRIS).

Beberapa perwakilan marketplace dan perbankan hadir sebagai narasumber dalam acara ini, diantaranya Shopee, Grab Indonesia, Tokopedia, Balimall.id, dan BPD Bali. Kehadiran narasumber dari berbagai latar belakang industri tersebut diharapkan dapat memperkaya wawasan, sekaligus memotivasi para pelaku UMKM di Kota Denpasar untuk bertransformasi digital. Baik dari sisi pemasaran maupun pembayaran menggunakan QRIS dalam melakukan transaksi di era new normal ini.(ika)

Sumber: https://baliexpress.jawapos.com/read/2021/08/29/285774/tingkatkan-daya-saing-bi-dan-pemkot-denpasar-dorong-transformasi-umkm

Post a Comment

0 Comments