BI Dorong Partisipasi Generasi Muda Ikut Pulihkan Ekonomi

 



Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (BI) Destry Damayanti mengatakan, generasi muda akan sangat berperan dalam pemulihan ekonomi nasional. Pada saat yang sama, penanganan di bidang kesehatan juga terus dilakukan agar ekonomi bisa tumbuh optimal. Menurut Badan Pusat Statistik (BPS), dari 271 juta penduduk

Indonesia, jumlah penduduk milenial 69,38 juta jiwa (25,87%) dan penduduk Gen Z sebanyak 75,49 juta jiwa (27,94%). “Jadi dua kelompok ini sudah menyumbangkan sekitar 53%. Sehingga mereka masuk dalam kelompok usia yang sangat sangat produktif. Karakter milenial yang itu akan mendukung Indonesia untuk lebih cepat lagi,” ucap Destry dalam seminar daring, Senin (9/8). Karakter milenial saat ini bisa mendorong pertumbuhan ekonomi domestik. Pertama, generasi milenial sadar dan teknologi.

Kedua, optimis terhadap perbaikan Indonesia. Ketiga, generasi milenial menyadari pentingnya sektor keuangan. Keempat, mereka memiliki minat wirausaha yang tinggi. Kecenderungan konsumsi internet generasi milenial sekitar 50%. “Di satu sisi ini menjadi modal, mereka sudah biasa menghadapi teknologi dan digital. Karena inilah new normal kita ke depan.

Oleh karena itu, semua dipermudah dengan satu gadget akan mempermudah segala macam aktivitas,” ucap Destry. Aktivitas manusia akan semakin terhubung ke digital dan teknologi, termasuk aktivitas ekonomi baik itu untuk ekonomi digital ataupun itu untuk keuangan digital. Destry mengatakan, pada tahun 2025 nilai transaksi ekonomi digital dapat mencapai US$ 124 miliar. Ini menjadi peluang besar dari sisi digital untuk mendukung pertumbuhan ekonomi. “Kalau kita lihat perilaku digital selama pandemi memang bukan hanya untuk aplikasi seperti whatsapp dan facebook. Tetapi ternyata platform ini juga dipakai untuk belanja mereka Jadi ini tercermin di shoping dan banking yang mencapai 78% dan 39%,” kata Destry.

BI sudah menerbitkan blueprint sistem pembayaran untuk mengintegrasikan ekonomi digital dengan keuangan digital dalam ekosistem digital. BI mencoba mendorong optimalisasi peran UMKM dalam pemulihan ekonomi dengan memanfaatkan teknologi digital, baik ekonomi maupun keuangan digital. Sebab, UMKM ini adalah backbone ekonomi Indonesia ke depan.

"Pelaku UMKM sekarang ini banyak sekali anak-anak milenial sehingga kita lihat juga UMKM yang sudah mengalami onboarding dari yang tadinya konvensional, kemudian mereka memanfaatkan platform digital,” kata Destry. BI juga telah menerbitkan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS) agar dapat menghadirkan sistem pembayaran yang cepat, murah, aman, dan handal. QRIS ini bersifat adalah interoperabilitas dan interkoneksi artinya seluruh penyelenggara jasa sistem pembayaran apakah itu bank maupun nonbank.

“Kami terus berusaha mengembangkan pemanfaatan QRIS ini karena kita ingin menciptakan sistem pembayaran yang efisien,” tutur Destry. BI juga menargetkan sampai akhir 2021 nanti akan ada 12 juta merchant menggunakan QRIS. Dengan kondisi new normal ke depan diperkirakan mobilitas akan semakin terbatas dan juga transaksi secara digital akan meningkat. Saat ini sudah ada hampir 8,3 juta merchant yang sudah tersambung dengan QRIS dan dari sisi volume terus mengalami peningkatan.

“Kalau kita lihat transaksi QRIS yang terjadi 18% dari merchant di Jakarta. Kalau kita lihat transaksi uang elektronik 61% itu volumenya di Jakarta,” pungkas Destry.

Sumber: https://investor.id/business/bi-dorong-partisipasi-generasi-muda-ikut-pulihkan-ekonomi

Post a Comment

0 Comments