WFH Karyawan, Ganjar: Kita Harus Taat Kurangi Mobilitas

SEMARANG, suaramerdeka.com - Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo segera berkomunikasi dengan asosiasi pengusaha, agar batas maksimal jumlah karyawan yang bekerja di kantor, selama pemberlakuan kegiatan masyarakat (PPKM) darurat.


Pasalnya, dia menerima laporan masih ada perusahaan yang menyuruh karyawannya bekerja melebihi proporsi maksimal yang diizinkan.

“Tadi diingatkan saja oleh pusat, bagaimana sektor esensial dan kritikan pemerintah bisa melaksanakan kebijakan (PPKM Darurat) dengan baik. Untuk Jawa Tengah saya sudah bicara dengan Apindo agar perusahaan atau industri membantu menjaga prokes,” katanya, usai rapat dengan Menko Maritim dan Investasi secara virtual, di Kantor Gubernur Jawa Tengah, Rabu (7/7/2021).

Ganjar menceritakan, ia masih menerima laporan ada satu perusahaan sektor keuangan yang masih bekerja penuh. Hal tersebut tidak sesuai dengan ketentuan.

“Artinya kita harus taat lagi. Intinya kita mau mengurangi mobilitas. Kalau kerja, terutama sektor keuangan sudah banyak menggunakan teknologi informasi dan digital, maka dari rumah kan bisa. Kita mau mengingatkan itu,” sorot gubernur.

Ganjar menjelaskan, sesuai aturan, perusahaan atau industri besar dengan jumlah karyawan yang banyak, yang boleh masuk hanya 50 persen. Maka dari itu komunikasi dengan Apindo diharapkan dapat mendorong pelaksanaan aturan dengan baik.

“Kita butuh bantuan mereka. Kita ngomong lebih dulu agar nanti segera ditindaklanjuti. Kita sudah menyiapkan dari Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja untuk nanti menyambangi industri-industri itu, apakah kemudian pelaksanaan WFO/WFH sesuai dengan proporsi yang ada,” bebernya.

Ditambahkan, selama PPKM Darurat diberlakukan, Jawa Tengah baru bisa menekan penurunan mobilitas sampai 17 persen. Jumlah itu masih jauh dari target 30-50 persen. Artinya mobilitas masyarakat di Jawa Tengah masih tinggi.

“Mobilitas kita di Jateng targetnya bisa turun sampai 30 persen. Aturan itu kan berlaku di seluruh Jawa dan Bali, jadi kita mesti bicara di induknya, di hulunya. (Warga) ini kerja di mana, kalau kemudian harus wira-wiri dengan mengikuti ketentuan tidak apa-apa. Kalau 50 persen yang masuk kan bisa ditekan,” tandas Ganjar.

sumber : https://www.suaramerdeka.com/semarang-raya/pr-04426651/wfh-karyawan-ganjar-kita-harus-taat-kurangi-mobilitas?page=all

Post a Comment

0 Comments