PPKM darurat diproyeksi tidak pengaruhi kinerja Zyrexindo Mandiri Buana (ZYRX)

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Emiten produsen laptop merk Zyrex, PT Zyrexindo Mandiri Buana Tbk (ZYRX) menyatakan jika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat yang diberlakukan di awal Juli ini tidak berimbas terlalu besar terhadap kinerja Perseroan.


Sekretaris Perusahaan ZYRX Evan Jordan mengemukakan pihaknya telah memberlakukan protokol kesehatan 3M yakni menjaga jarak, memakai masker, dan mencuci tangan, termasuk di bagian produksi.

"Bagi kami keterbatasan bukan menjadi halangan, melainkan kesempatan untuk bertumbuh. Oleh karena itu, dengan keterbatasan jumlah tenaga kerja yang dapat hadir untuk produksi, maka ZYRX telah menambah 4 lini produksi baru untuk meningkatkan kapasitas produksi," jelasnya saat dihubungi oleh Kontan, baru-baru ini.

Ia melanjutkan, hal tersebut dilakukan untuk memenuhi tingginya permintaan laptop di tengah pandemi, khususnya laptop untuk siswa.

Ia berkata, saat ini ZYRX sebagai perusahaan teknologi dari Indonesia sedang mempersiapkan diri untuk berkontribusi dalam program digitalisasi pendidikan terbesar di Indonesia yang diusung oleh Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia, Nadiem Anwar Makarim. ZYRX juga menilai Pemerintah telah mengambil keputusan dengan cepat dan tepat terkait penanganan Covid-19 ini.

"ZYRX berharap setiap elemen masyarakat dapat meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab untuk menjalankan protokol kesehatan yang telah ditetapkan oleh pemerintah. ZYRX juga berharap pemerintah dapat memberikan insentif dan dukungan kepada perusahaan seperti ZYREX untuk memproduksi lebih banyak laptop di dalam negeri dalam menghadapi kebutuhan yang mendesak," sambungnya.

Melihat kondisi lonjakan kasus Covid-19 baru dan menipisnya keterisian Rumah Sakit yang lebih parah daripada gelombang pertama tahun lalu, ZYRX juga sangat mendukung kebijakan pemerintah terkait PPKM darurat ini.

"Untuk mengantisipasi penularan Covid-19 kepada karyawan kami, kami pun sudah menerapkan sistem Work From Home (WFH) kepada karyawan kami. Bagi kami sebagai perusahaan teknologi, sistem WFH bukan persoalan besar. Sebagian besar proses kerja operasional kami dikerjakan secara digital, kecuali departemen produksi, di mana kami yang bergerak di bidang Teknologi Informasi dan Komunikasi masih dapat WFO 50%," ujarnya.

Mengenai vaksinasi, ZYRX juga berharap di akhir tahun 2021 Herd Immunity dapat tercapai, dengan jumlah suntikan 1,5-3 juta per hari di semester II 2021 ini.

ZYRX pun telah mendorong dan mendaftarkan karyawan untuk ikut divaksin. Saat ini telah lebih dari 80% karyawannya telah divaksin. "Kami menargetkan di bulan Juli 100% karyawan kami sudah divaksin," tuturnya.

sumber : https://industri.kontan.co.id/news/ppkm-darurat-diproyeksi-tidak-pengaruhi-kinerja-zyrexindo-mandiri-buana-zyrx

Post a Comment

0 Comments