Okupansi Hotel Claro Makassar di Juni 60%, Terbaik Sejak Pandemi Covid-19

TRIBUN-TIMUR.COM, MAKASSAR - Pandemi Covid-19 yang menyerang sejak Maret 2020 lalu di Kota Makassar berimbas pada anjloknya okupansi hotel.


Hotel-hotel di Makassar nyaris merangkak karena adanya larangan berkegiatan, event hingga resepsi pernikahan.

Alhasil, sumber penghasilan hotel tidak jalan.

Semua tertunda sampai akhirnya muncul New Normal.

Dari situlah, okupansi hotel mulai membaik meski tak pulih 100 persen.

"Di era new normal okupansi rerata hotel menjadi 30 persen ke bawah. Hotel Claro sendiri di 42 persen," kata Ketua BPD PHRI Sulsel, Anggiat Sinaga saat jumpa pers di Executive Lounge lantai 1 Claro Makassar, Senin (5/7/2021).

Komitmen menerapkan protokol kesehatan sesuai imbauan pemerintah, industri hotel di Makassar mulai pulih.

Event kembali digelar, pernikahan, pameran dengan protokol kesehatan ketat.

"Di Juni 2021 adalah tingkat hunian terbaik selama 2020-2021," bebernya.

Okupansi menjadi 58-60 persen khusus Claro Makassar.

Tetapi, sejak penerapan PPKM diberlakukan karena angka covid-19 di Makassar meningkat, secara otomatis okupansi hotel anjlok kembali.

"Jadi kembali ke Laptop. Rerata di akhir Juni hingga 5 Juli ini okupansi menjadi 42 persen ke bawah," sebutnya.

Ia tak memungkiri saat Jakarta, Jawa dan Bali meningkat angka Covid-19 berimbas sangat besar ke Makassar.

"Event nasional kembali tertunda," ucapnya.

Karena itu, kegiatan lokal terus didorong untuk membantu okupansi hotel.

"Tetapi tentu dengan protokol kesehatan ketat. Kami bahkan sudah meeting dengan wali Kota Makassar dengan solusi segala aktivitas terpantau via zoom monitoring satgas kecamatan," jelasnya.

Bagi Anggiat, hal tersebut tak menjadi penghalang bagi hotel di Makassar tetap survive.

"Kami harus patuh agar pandemi ini bisa diatasi," tuturnya. (*)

sumber : https://makassar.tribunnews.com/2021/07/05/okupansi-hotel-claro-makassar-di-juni-60-terbaik-sejak-pandemi-covid-19?page=2

Post a Comment

0 Comments