Kapolres Metro Tangerang Kecewa Masih Banyak Perusahaan yang Tidak Terapkan WFH

Tangerang, Beritasatu.com - Kapolres Metro Kota Tangerang, Kombes Pol Deonijiu de Fatima kecewa dengan masih tingginya aktivitas dan mobilitas warga Tangerang yang ingin melintas dan menuju Jakarta di masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat. Itu berarti masih banyak perusahaan tidak menerapan ketentuan bekerja dari rumah atau work from home (WFH).


Lantaran di Pos Penyekatan yang berada di Kawasan Batuceper, Tangerang dalam dua hari belakangan ini selalu ramai dan terjadi kemacetan parah. Padahal seharusnya penerapan PPKM Darurat ini membuat masyarakat berdiam diri dirumah untuk mencegah peningkatan kasus Covid-19.

"Kita lihat dalam dua hari ini saat dihari kerja masih banyak warga yang nekat bekerja dan ingin menuju Jakarta karena alasan bekerja. Namun setelah ditanya banyak perusahaan tersebut bukan termasuk perusahaan yang masuk dalam kategori esensial dan kritikal. Hasilnya setiap pagi ya seperti ini, selalu menimbulkan kemacetan. Karena di sini kita akan sekat dan identifikasi masyarakat yang boleh melintas di masa PPKM Darurat ini. Kalau memang bukan karena alasan bekerja di perusahaan esensial dan kritikal kita langsung putar balikan," ungkap Kapolres Metro Kota Tangerang itu, Selasa (6/7/2021).

Kapolres Metro Kota Tangerang itu juga meminta petugas di wilayahnya untuk melakukan penjagaan dan penyekatan di beberapa jalur tikus yang kerap digunakan warga sebagai jalur untuk keluar masuk Jakarta dan Tangerang di masa PPKM Darurat itu.

"Yang di gang-gang kecil yang kerap dipakai jalan tikus saya sudah perintah tutup dan dijaga. Namun dengan kemacetan ini diharapkan juga jadi efek jera buat masyarakat yang memang tak punya kepentingan untuk ke depannya agar tidak nekat memaksa beraktifitas di masa PPKM Darurat ini," lanjutnya.

Sementara itu, Dandim 0506/TGR, Kolonel Inf Bambang Herry Tugiyono juga berharap bantuan RT / RW di seluruh wilayah Kota Tangerang dan luar Kota Tangerang untuk menginformasikan penerapan PPKM Darurat ini kepada warganya. Hal ini diperlukan agar warga yang ada diwilayahnya tidak beraktifitas dimasa PPKM Darurat ini.

"Saya berharap RT/RW di wilayah untuk sama-sama menginformasikan dan mensosialisasikan penerapan PPKM Darurat ini kepada warga masyarakatnya. Dan penyekatan yang dilakukan pemerintah ini sebenarnya buat bahan seleksi kita mana orang yang boleh keluar masuk mana yang tidak. Kalau memang tidak ada kepentingan mendesak lebih baik di rumah saja, sayang diri Anda sendiri, keluarga anda, orang tua anda dan lingkungan Anda. Bantu pemerintah untuk sama-sama menekan angka peningkatan kasusnya dengan cara diam dirumah," tandas Dandim 0506/TGR itu.

sumber : https://www.beritasatu.com/megapolitan/796969/kapolres-metro-tangerang-kecewa-masih-banyak-perusahaan-yang-tidak-terapkan-wfh

Post a Comment

0 Comments