Infrastruktur Bank Digital di Indonesia

 




Menyambut Hari Bank 5 Juli 2021, kami di EVENTCERDAS bersama Asosiasi Pengusaha TIK Nasional (APTIKNAS) mengadakan kegiatan webinar membahas Infrastructure Digital Bank sepanjang Juli 2021. 

Dalam kegiatan ini, kami mengupas banyak hal yang harus dipersiapkan oleh industri perbankan untuk menjadi Bank Digital. Apa sebenarnya Bank Digital itu ?

Menurut definisi dari Forbes, Bank Digital adalah  bank yang menggabungkan layanan online dan seluler (mobile banking) dalam satu platform. Layanan perbankan online membuat nasabah bisa mengakses berbagai fitur dan layanan perbankan melalui website diakses dari komputer, dan sekarang dari aplikasi di smartphone.

Semasa saya masih bekerja di bank, tahun 2000an telah ada aplikasi untuk bisa mengakses layanan perbankan ini dari komputer nasabah. Tentu dengan berbagai kerumitan untuk keamanan akses kala itu. Sekarang semua hanya cukup menggunakan website dan mungkin token yang dipegang nasabah. Termasuk mengakses melalui aplikasi di smartphone, masih memerlukan token di Indonesia.

OJK menyatakan sudah ada 7 bank yang sedang dalam proses menjadi bank digital, diantaranya: Bank BCA Digital, PT BRI Agroniaga Tbk, PT Bank Neo Commerce Tbk, PT Bank Capital Tbk, PT Bank Harda Internasional Tbk, PT Bank QNB Indonesia Tbk.

Sedangkan ada 5 bank yang telah meniadi bank digital, yaitu Jenius dari Bank BTPN, Wokee dari Bank Bukopin, Digibank dari Bank DBS, TMRW dari Bank UOB, LINE Bank dari KEB Hana Bank dan Jago dari Bank Jago.

OJK menetapkan layanan perbankan digital  yang dikembangkan dengan mengoptimalkan pemanfaatan data nasabah dalam rangka melayani nasabah secara lebih cepat, mudah, dan sesuai dengan kebutuhan (customer experience). Selain itu, layanan perbankan digital dapat dilakukan secara mandiri oleh nasabah, dengan memperhatikan aspek keamanan.

Sejujurnya karena sudah lama ada di dunia perbankan, saya melihat gebrakan Jenius BTPN yang memang membuka mata banyak bank beberapa tahun lalu. Tren bank digital sendiri sekarang sedang marak dan menjadi perhatian banyak pemilik bank di Indonesia. Termasuk group MNC yang kami undang untuk berbagi di webinar kami di 8 Juli 2021.

MNC Group yang memiliki kerajaan media melihat peluang besar ini. Hal ini disampaikan oleh CTO MNC Group Yudi Hamka dalam kegiatan webinar ini. Dalam jadwal akan segera merilis aplikasi BuddyKu yang membantu ekosistem yang telah dimiliki MNC Group.

Peluang bank digital masih sangat besar di Indonesia, hal ini karena masih banyak yang belum memiliki rekening bank di Indonesia (unbankable), ini masih 51%.  Untuk mencapai dan mempersiapkan bank digital, dimana kemungkinan implementasinya menggunakan server onpremise (datacenter bank sendiri) serta cloud, tentu memerlukan perangkat dan software yang tepat. Itulah sebabnya MNC Bank menggunakan software seperti PRTG dari Paessler dalam mendukung hal ini. 

Dalam kesempatan ini juga hadir Ketua Umum APTIKNAS Soegiharto Santoso, atau Hoki yang memaparkan bank digital serta kesiapan didukung anggota APTIKNAS. 

Banyak hal menarik yang kita dapatkan dalam Infrastructure Bank Digital Day 1 ini, selengkapnya bisa diakses di video tautan berikut. 

Nantikan pembahasan selanjutnya di Infrastructure Digital Bank Day 2 di artikel selanjutnya. Dan pastikan anda mengikuti berbagai kegiatan webinar kami di EventCerdas.com. Maju terus industri bank Indonesia.

Post a Comment

0 Comments