Demi Masyarakat, Pengusaha Warteg Minta Perpanjangan PPKM Darurat Dikaji Ulang

WARTAKOTALIVE.COM, PASAR MINGGU - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat sudah berlangsung selama lebih dari dua pekan.


Dalam hitungan hari, PPKM Darurat akan berakhir, tapi belumlah usai muncul wacana perpanjangan yang direncanakan hingga akhir Juli mendatang.

Hal tersebut langsung dikeluhkan pengusaha rumah makan Wartegan di Jakarta Selatan, Wempi Januar (34).

Ia mengatakan pemerintah perlu mengkaji lebih dalam dampak dari PPKM darurat yang nantinya akan diberlakukan di Pulau Jawa-Bali, khusunya DKI Jakarta.

Wempi sadar betul pemerintah memberlakukan PPKM Darurat guna menekan kasus Covid-19 yang melonjak dalam beberapa waktu belakangan.

“Saya rasa PPKM Darurat perlu dikaji ulang. Karena banyak masyarakat kelas menengah dan menengah ke bawah mengalami kesulitan,” ujarnya kepada Wartakotalive.com.

“Apalagi tingkat kemiskinan di DKI Jakarta bertambah menjadi 4,72 persen. Jadi saya rasa pemerintah perlu mengkaji ulang perpanjangan PPKM Darurat,” lanjut Wempi.

Wempi mengatakan, penerapan PPKM Darurat turut berpengaruh terhadap menurunnya pendapatan Wartegan yang memiliki dua cabang itu.

Selama PPKM Darurat diberlakukan, ia menyebut pendapatan Wartegan menurun 30-40 persen karena perkantoran memberlakukan work from home (WFH) atau kerja dari rumah.

“Pendapatan kami per hari cukup menurun, ya. Kalau warteg itu kami mengandalkan perkantoran. Begitu perkantoran sekarang WFH, itu pendapatan turun sekira 30-40 persen,” katanya.

“Ngaruh sekali buat kami saat ini. Yang kami pikirkan sebagai pengusaha adalah bagaimana caranya karyawan kami tetap bekerja, tetap mendapat gaji, karena mereka punya keluarga,” tambah Wempi.

Kini, Wempi harus ekstra keras memikirkan bagaimana usahanya tetap dapat bertahan. “Jadi, yang kami pikirkan adalah bagaimana kami sama-sama bekerja. Saya udah nggak pikirkan untung berapa,” ucapnya.

“Yang saya pikirkan adalah bagaimana caranya kami tetap bertahan di masa pandemi. Alhamdulillah, karyawan kami tidak ada yang dirumahkan atau di-PHK hingga saat ini,” lanjutnya.

Wartegan saat ini buka dari pukul 08.00 WIB hingga pukul 20.00 WIB dan hanya melayani take away atau dibungkus.

Wempi mengungkapkan, Wartegan tak hanya beroperasi secara offline atau luring. Pihaknya juga akan beroperasi melalui online atau daring.

Diberitakan sebelumnya, Wartegan menyediakan nasi bungkus gratis 100 porsi per hari untuk masyarakat yang membutuhkan selama PPKM Darurat berlangsung

sumber : https://wartakota.tribunnews.com/2021/07/18/demi-masyarakat-pengusaha-warteg-minta-perpanjangan-ppkm-darurat-dikaji-ulang?page=2

Post a Comment

0 Comments