Atasi Gangguan Sistem, Bea Cukai Alihkan Pegawai WFH Jadi WFO

Jakarta, CNN Indonesia -- Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan mengubah skema kerja sebagian pegawai yang semula bekerja dari rumah (work from home/WFH) menjadi kerja dari kantor (work from office/WFO).


Direktur Kepabeanan Internasional dan Antar Lembaga DJBC Kemenkeu Syarif Hidayat mengatakan kebijakan ini diterapkan karena sistem layanan Bea Cukai melalui aplikasi CEISA terganggu dalam sepekan terakhir. Untuk itu, perlu dilakukan pemberian layanan secara manual melalui para pegawai.

"Langkah pertama yang diambil oleh Kantor Pelayanan meliputi pengoptimalan jumlah pegawai yang melaksanakan WFO di tengah pelaksanaan PPKM Darurat dengan menugaskan sebagian pegawainya yang semula WFH menjadi WFO untuk memastikan dokumen yang diajukan manual dapat segera diselesaikan," ucap Syarif kepada CNNIndonesia.com, Rabu (14/7) malam.

Selain itu, DJBC juga meminta kantor-kantor layanan yang terdampak gangguan sistem untuk membuat skala prioritas penyelesaian dokumen di lapangan agar tidak menumpuk. Lalu, kantor pelayanan juga diminta untuk menggunakan aplikasi mandiri di luar CEISA untuk sementara.

"Hal tersebut membantu mengefisiensikan proses kerja, memudahkan pengguna jasa, dan mengurangi interaksi tatap muka langsung di tengah pandemi," terangnya.

DJBC juga menginstruksikan agar kantor pelayanan tetap memonitor dan melakukan restart pada aplikasi CEISA secara berkala. Kemudian juga dilakukan pemindahan data dari data center ke disaster recovery center.

Sementara sejauh ini, Syarif mengatakan beberapa aplikasi yang sudah berjalan, misalnya terkait pelayanan impor, ekspor, billing, manifes, dan Tempat Penimbunan Berikat (TPB). Targetnya, gangguan akan berakhir pada akhir pekan ini.

Di sisi lain, Syarif meminta pengguna jasa yang sebelumnya sudah mengunggah dokumen atau data dan ingin mengetahui kemajuan proses layanan untuk segera langsung menghubungi kantor pelayanan Bea Cukai setempat. Selain itu dapat juga menghubungi Contact Center Bravo Bea Cukai di 1500-225.

Sebelumnya, terjadi gangguan layanan Bea Cukai akibat proses pemutakhiran (update) sistem aplikasi CEISA. Hal ini membuat layanan perizinan tersendat dan menimbulkan penumpukan barang di pelabuhan hingga meningkatkan biaya sewa bagi pengusaha.

sumber : https://www.cnnindonesia.com/ekonomi/20210715123948-532-668061/atasi-gangguan-sistem-bea-cukai-alihkan-pegawai-wfh-jadi-wfo

Post a Comment

0 Comments